PALEMBANG, HS- Oknum hakim PN Palembang Sahlan Efendi SH MH nampak berang ketika gelar sidang Rabu (26/8) dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Kiagus Anwar SH perkara Narkotika yang melebihi 5 gram atas nama terdakwa Aziz alias Acik melalui sidang virtual sejatinya sidang terbuka untuk umum.

Hal itu dikarenakan sistem sidang online yang terkendala buruknya koneksi daring yang dilakukan dan berimbas salah seorang wartawan PN Palembang inisial F yang telah bertugas meliput berita Pengadilan selama 2 tahun di tegur dan sempat menskorsing sidang sejenak guna memanggil wartawan sembari menanyakan ada izin tidak untuk meliput sidang perkara itu.

“Sebentar, anda ada izin tidak untuk meliput sidang,” kata Ketus hakim Sahlan memanggil wartawan yang dimaksud di depan meja hakim dengan nada membentak.

Sembari mengatakan apa ada yang menarik dari gelar sidang yang saat itu sedang berlangsung sehingga si wartawan mengambil foto untuk meliput sidang itu.

Sontak saja pernyataan hakim Sahlan membuat wartawan itu terdiam dan bingung sembari mempertanyakan apa sebetulnya kesalahan wartawan itu perbuat.

“Saat ini saya lagi pusing karena sidang melalui online lagi bermasalah, jadi saya bingung ditambah anda mengambil gambar,” jawab mantan ketua PN Lahat ini kepada wartawan tersebut dengan sedikit nada meninggi.

Sementara salah satu juru bicara PN Palembang Syarifuddin SH MH saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan akan mencoba berkoordinasi dahulu dengan tim juru bicara lainnya dan yang bersangkutan.

“Terima kasih infonya, nanti akan kita coba koordinasikan dahulu bersama tim juru bicara yang lain serta dengan bersangkutan, mungkin harap juga untuk dimaklumi rekan-rekan media karena kondisi sidang yang seperti ini,” singkatnya(RN)