PALEMBANG, HALAUANSUMATERA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) akan meningkatkan infrastruktur jalan utama (nasional) yang tersebar di beberapa titik yang menguhungkan jalan kota.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, pengerjaan jalan nasional di Kota Palembang sepanjang 30 kilometer, akan mulai dikerjakan pada awal Maret mendatang, dengan target selesai selama tiga tahun atau pada 2023.

Jalan ini, mencakup Jalan Srijaya Raya membentang sepanjang 6,3 kilometer, Jalan Mayjen Yusuf Singakadane 5,2 kilometer, dan Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Perwiranegara yang membentang 3,15 kilometer.

Kemudian, Jalan Akses Terminal Alang-Alang Lebar sepanjang 4 kilometer dan Jalan Sultan Mahmud Badarudin II dengan panjang 2,9 kilometer.

“Nantinya, jalan itu akan dilengkapi drainase, taman, pedestrian serta lampu jalan,” kata Harnojoyo, Selasa (19/1/2021) usai menggelar rapat bersama BBPJN di rumah dinasnya, membahas progres proyek pembangunan jalan nasional dengan skema Kerjasama Pembangunan dengan Badan Usaha (KPBU).

Proyek usaha patungan antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero) melalui PT Jalintim Adhi-Abipraya, ini masing -masing dalam kerja sama ini, Adhi Karya memiliki porsi sebesar 60 persen, sedangkan 40 persen lainnya dimiliki oleh PT Brantas Abipraya.

“Proyek pembangunan jalan nasional dengan skema KPBU ini merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan jadi percontohan nasional, tentunya Jalan nasional tersebut juga nantinya akan dijadikan jalan tol tidak berbayar di kota Palembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Palembang Ahmad Bastari Yusak mengatakan, estimasti investasi proyek pembangunan jalan nasional di Palembang ini senilai sekitar Rp 900 M dengan masa konseksi selama 15 tahun.

“12 tahun masa layanan dan 3 tahun masa konstruksi,” jelasnya. (*)