PALEMBANG,HS – Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM mengeluarkan Maklumat tentang Larangan Penyalahgunaan Senjata Tajam. Penerbitan maklumat ini dilakukan Kapolda, menyusul meningkatkan kasus tindak pidana pembunuhan belakangan ini.

“Dililhat dari banyak terjadinya tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan Senjata Tajam di wilayah Provinsi Sumsel baik Kabupaten, Kota maka Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri.S, M.M membuat Maklumat “Larangan Penyalahgunaan Senjata Tajam“,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi, MM, saat menggelar konferensi pers dari ruangan kerjanya, Senin (27/7/2020).

Menurut Supriadi, dalam Maklumat Kepala Kepolisian Daerah Sumsel dengan Nomor : Mak / 06 / VII / 2020 ini dimaksudkan untuk memelihara keamanan dan ketertiban umum sehingga dapat meminimalisir tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan di wilayah hukum Polda dan Polres/tabes jajarannya.

“Dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum, Kapolda Sumatera Selatan memandang perlu mengeluarkan Maklumat sebagai berikut :

1.Setiap orang dilarang dengan maksud untuk menjaga diri dan bukan dalam profesinya membawa senjata tajam, senjata pemukul, dan senjata lainnya yang dapat melukai, mencederai dan membahayakan orang lain, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

2.Agar setiap orang dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam bermasyarakat dengan cara mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum seperti penganiayaan, pengeroyokan, pembunuhan, jambret, begal dan premanisme serta tindak pidana lainnya yang dapat merugikan masyarakat lainnya.

3. Dilarang main hakim sendiri. Penyelesaian masalah dilaksanakan secara musyawarah kekeluargaan dengan melibatkan Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Perangkat Pemerintah lainnya (Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas) atau diselesaikan melalui jalur hukum.

4. Bagi masyarakat yang melanggar ketentuan di atas maka akan dilakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undang yang berlaku.

Demikian Maklumat Ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, Polda Sumsel dan Polres jajaran akan menyebarkan dan mensosialisasikan Maklumat Kapolda Sumsel tentang larangan penyalahgunaan senjata tajam ini untuk meminimalisir tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan di wilayah hukum Polda Sumsel dan Polres/ Tabes jajaran,” sebut Kombes Pol Supriadi.

Selanjutnya Supriadi menambahkan, bahwa pihaknya juga tidak henti-hentinya melakukan pengungkapan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor), yang terjadi dengan melibatkan peran serta masyarakat guna membantu pengungkapan kasusnya.

“Seperti pada Minggu ke 4 Bulan Juli 2020 dari 20 s/d 26 Juli terjadi peningkatan ungkap kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) dan tindak pidana Narkoba di wilayah hukum Polda Sumsel dan Polres Jajaran,” ujar Supriadi.

Peningkatan ungkap kasus 3C oleh Dit Reskrimum Polda Sumsel dan Polres/ tabes jajarannya, terang Supriadi, pada Minggu ke 4 bulan Juli 2020 yakni, sebanyak 38 kasus lebih banyak dibandingkan pada minggu ke 3 sebelumnya yang hanya 26 kasus tindak pidana.

“Dari 38 kasus tindak pidana tersebut terdiri dari beberapa kasus yaitu : Curat 17 kasus, Curas 8 kasus, Curanmor 8 kasus, Anirat sebanyak 4 kasus, dan Pembunuhan ada 1 kasus.

Dimana dari 38 kasus ini diungkap Dit Reskrimum dan Polres Banyuasin masing-masing 6 kasus, Polres Musi Banyuasin dan Polres Muara Enim masing-masing 4 kasus, Polrestabes Palembang dan Polres Lahat masing-masing 3 kasus, dan Polres Lubuk Linggau, Polres Pali dan Prabumulih masing-masing 2 kasus, serta Polres Ogan Ilir Polres Oki, OKU Selatan, Muratara, Pagar Alam dan Empat Lawang masing-masing 1 kasus,” tandas Supriadi