PALEMBANG, HS – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel tegaskan terhadap perkara dugaan tindak pidana pemalsuan surat nikah oleh SA oknum kepala dinas di Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan tetap berlanjut.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasipenkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH, Senin (7/9) sore didampingi oleh jaksa penuntut perkara Rini Purnamawati SH MH dan Imam Murtadlo SH.

“Berkas perkara tersebut saat ini masih berjalan, tapi memang berkas perkaranya belum dinyatakan lengkap, sudah dua kali kita kembalikan ke pihak penyidik Polda Sumsel,” kata Khaidirman ditemui di ruang PTSP Kejati Sumsel.

Namun dirinya tidak dapat menjelaskan mendetil berkas perkara yang belum dilengkapi itu dikarenakan itu merupakan materi dari tim penyidik.

“Kalau untuk kekurangan berkasnya hingga belum dinyatakan lengkap atau P21 itu kita tidak bisa mengungkapkan sedetil itu, untuk SP3 atau pemberhentian penyidikan itu wewenang tim penyidik,” ujarnya

Sebelumnya AG warga Demang Lebar Daun Kota Palembang, melayangkan surat ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) guna mendapatkan kepastian hukum dalam kasus dugaan tindak pidana pemalsuan status dibuku nikah oleh suami yang dilaporkan ke Polda Sumsel.

Tidak hanya melaporkan sang suami atas dugaan pemalsuan surat nikah tapi juga menikah lagi tanpa izin dari pelapor selaku istri terlapor.

Untuk diketahui, kasus itu yang saat ini berjalan sudah sebelas bulan bulan ada kejelasan. Surat tersebut dilayangkan AG ke Kejati Sumsel yang juga sebagai ASN ini, terkait laporannya ke Polda Sumsel pada Oktober silam dengan nomor LPB/866/X/2019/SPKT.

AG mengatakan, hingga kini belum ada kejelasan dari penegak hukum terkait kelanjutan kasusnya apakah akan disidang atau lenyap begitu saja, terakhir berdasarkan informasi dari penyidik Polda Sumsel melalui SP2HP bahwa berkas yang dikirim oleh penyidik ke jaksa penuntut umum di Kejati Sumsel sudah dikembalikan 2 kali ke Pihak penyidik.

“Saya tidak mengerti mengapa kasus yang jelas-jelas terang seperti ini menjadi kabur dan tak jelas padahal bukti sudah lengkap, memang saya belum menunjuk pengacara untuk mendampingi saya, saya merasa di permainkan makanya saya nekat layangkan surat ini ke Kejati.” tegas AG saat ditemui Senin (7/9).

Surat yang ditujukan kepada Kejati Sumsel itu ditembuskan AG ke Kejagung serta Komisi Kejaksaan RI. Dirinya berharap agar perkara tersebut dapat segera berjalan dan ada kepastian hukum.

”Semoga dengan dilayangkannya surat ini, saya segera mendapatkan kepastian hukum, karna menurut saya semua sudah jelas dan lengkap,” tuturnya(Ron)