Kunker ke Rumania Disoal, Ini Jawaban Bupati Empatlawang

7 tahun ago
297
Bupati Empatlawang, H Syahril Hanafiah memberi penjelasan mengenai kunjungan kerjanya ke Rumania.

EMPATLAWANG, HS – Kunjungan kerja (Kunker) Bupati Empatlawang, H Syahril Hanafiah ke Bucharest, Ibukota Negara Rumania beberapa waktu lalu merupakan Kunker resmi dan sudah mendapatkan izin dari Mendagri RI serta Presiden RI melalui Sekretaris Negara (Sekneg).

Demikian, penegasan yang disampaiakan Bupati Empatlawang, H Syahril Hanafiah saat menggelar temu media yang digelar ruang rapat Sekretariat Daerah (Setda) Empatlawang, Jum’at (7/4).

Menurut Syahril, kunker resmi yang dijalankan dirinya ini perlu dia jelaskan ke publik, sebab ada pernyataan negatif masyarakat di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati yang belakangan banyak bertebaran di media sosial ihwal keberangkatan dirinya ke Benua Eropa tersebut.

“Beberapa hari yang lalu saya melakukan kunjungan kerja ke Bucharest, Rumania. Perlu saya jelaskan di sini agar tidak ada lagi kesan negatif tentang keberangkatan saya ini karena saya diundang secara resmi oleh bapak Duta Besar,” kata Syahril saat menyampaikan pernyataannya di depan belasan wartawan media cetak dan elektronik.

Disampaikannya, keberangkatan dirinya ini sebelumnya didampingi beberapa orang pejabat di lingkungan Pemkab Empatlawang, namun karena ada permasalahan visa pejabat yang menyertainya tersebut, tertahan di London Inggris.

“Karena tidak mungkin saya sendiri ke Bucharest saya minta tolong mantan Direktur BI yang juga mantan Komisaris BRI Bapak Ahmad Puad, kebetulan beliau ini juga orang Empatlawang untuk mendampingi saya, alhamdullah saat itu beliau bersedia,” ujar Syahril.

Selama dalam kunjungan di negeri Rumania itu, mereka difasilitasi pihak kedutaan di sana dan bertemu dengan calon investor untuk mengembangkan pembakit listrik tenaga air (Micro Hydro).

“Potensi daerah kita ini cukup baik, namun untuk membangun ini perlu proses, tidak bisa secara langsung atau bersifat spontanitas. Tujuan kita pun tidak lain ke Eropa mencari investor untuk menanamkan modal untuk pembangunan pembangkit listrik tersebut,” jelas Bupati.

Menurutnya, undangan dari Kedubes ini sebenarnya sudah lama sampai ke Empatlawang, yaknipada Oktober tahun 2016 lalu. Hanya saja baru bisa dilaksanakan beberapa hari yang lalu mengingat anggaran yang terbatas pada tahun 2016 lalu.

“Sesuai dengan surat dari sekretariat negara, semua beban biaya ditanggung oleh APBD Empatlawang dan itu hanya saya sendiri. Hasil dari kunjungan ini juga akan saya laporkan ke Gubernur Sumsel,” tegasnya.

Selain itu bukan hanya permasalahan energi saja yang dibahas, selaku Bupati Empatlawang dia juga mengaku menawarkan produk kopi Empatlawang yang kualitasnya sudah diakui bahkan telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementrian Hukum dan HAM.

“Kopi Empatlawang bisa dibawa ke luar negeri dengan nilai jual yang tinggi asal pengelolaannya dengan benar. Selain itu, saya juga menyaksikan sendiri bagaimana pengelolaan sampah di sana untuk pembangkit tenaga listrik. Namun itu perlu pengkajian lagi untuk menerapkannya karena memerlukan 10 ton per jam sampah atau 240 ton per hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empatlawang, Susyanto Tunut mengatakan untuk kopi Empatlawang sudah ada brand-nya secara hukum. Pihaknya mengupayakan bagaimana agar nantinya kopi Empatlawang masuk di pasaran internasional guna meningkatkan pendapatan petani kopi yang ada di kabupaten ini, selanjutnya permasalahan listrik itu memang jangka panjang.

“Namanya juga perencanaan, kalau memang nantinya terlaksana listriknya bisa dijual ke PLN. Dari situ nanti akan muncul MoU berapa persen masuk ke PLN dan berapa persen masuk ke daerah. Kita itu berkeinginan agar kopi serta listrik di Empatlawang bisa lebih baik,” imbuhnya. (ELW)