OKI,HS – Sumatera Selatan (Sumsel) yang hampir semua wilayah kabupaten dan kotamadya dialiri anak-anak sungai yang bermuara ke sungai Musi yang telah melegenda sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Karena mata air sungai Musi bersumber di daerah Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Sungai Musi disebut juga “Batanghari Sembilan” yang berarti sembilan sungai besar dengan banyak anak sungainya.

Berjumlah ratusan bahkan ribuan anak-anak sungai inilah yang menopang kehidupan masyarakat Sumsel, mulai dari urusan mandi, mencuci, mencari makan hingga transportasi bahkan pariwisata.

Meski segala hal tentang Sumsel seolah melulu berkaitan dengan sungai, rawa dan hutan, belum banyak yang tahu bahwa nyatanya salah satu eksotisme alam Sumsel justru berada di tengah laut.

Saat kepulauan Bangka Belitung memisahkan diri dari Sumsel dan menjadi provinsi sendiri. Lokasi pulau Maspari sebenarnya berada cukup dekat dengan kepulauan Bangka, namun disetujui menjadi bagian dari provinsi Sumsel, tepatnya di desa Sungai Lumpur bagian dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di sebelah timur.

Kawasan terluas setelah kabupaten Muba di Sumsel ini, membentang daratan dari Kayuagung hingga kecamatan Tulung Selapan memiliki kondisi alam yang ternyata diperkaya dengan adanya pantai dan gugusan terumbu karang yang tersimpan di Pulau Maspari. OKI juga menjadi wilayah di Sumsel dengan garis pantai terpanjang.

Pulau Maspari, sebuah pulau yang berada di mulut Selat Bangka bagian Selatan. Pesona wisata alam Sumatera Selatan yang diperkaya dengan keindahan pantai, terumbu karang, dan biota laut.

Wisata Biota Laut Penyu Sisik dan Hijau

Tak banyak yang tahu bahwa Maspari juga memiliki keistimewaan lain yang tak kalah menarik. Ya, Maspari ternyata merupakan pulau favorit bagi kawanan penyu bersisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia Mydas) sebagai tempat bertelur.

Dibeberapa sudut pantai dan di bulan tertentu, penyu sisik (tukik) akan datang ke pulau ini untuk meletakan ratusan bahkan sampai ribuan telur mereka ke dalam lubang yang siap untuk menetas.

Diperkirakan dari ratusan telur yang disimpan didalam lubang pasir, hanya sekitar seperempat persen yang menetas dan hanya sekitar 5 penyu sisik yang mampu bertahan hingga dewasa. Ini disebabkan oleh faktor alam dan juga lebih banyak oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menjarah dan menjual telur penyu sisik ini.

Tidak semua pantai disukai penyu untuk bertelur. Karena itu pasti ada alasan khusus penyu-penyu tersebut mau datang jauh-jauh ke pulau Maspari setelah mengembara kesana kemari. Ini bisa menjadi indikator bahwa pulau Maspari masih sehat dari gangguan polusi.

Pada umumnya penyu yang datang ini adalah justru yang dahulunya memang lahir di pulau Maspari. Karena itu meskipun mereka berkelana keliling samudera, namun berkat GPS alami yang dimiliki, mereka dapat kembali lagi ke Pulau Maspari.

Habitat penyu bersisik dan penyu hijau yang ada di Maspari sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan karena keduanya masuk dalam 6 jenis spesies penyu yang masih ada di dunia.

Setiap hari saat musim bertelur datang, sedikitnya 16-20 ekor serentak bertelur di sekitar pulau. Biasanya mereka ini mulai keluar untuk bertelur pada pukul 22.00 wib hingga menjelang fajar saat aktivitas manusia mulai berkurang.

Setiap penyu rata-rata membutuhkan waktu hingga 1 jam untuk satu bertelur. Satu induk biasanya mengeluarkan sebanyak 150 hingga 250 butir tiap satu kali bertelur.

Selain pertengahan bulan Februari, penyu-penyu betina ini akan banyak bertelur pada bulan Mei antara 3-4 tahun sekali. Bagi pecinta hewan bahkan peneliti, moment ini tentu sangat langka dan sayang dilewatkan begitu saja.

Saat akan bertelur penyu cenderung sangat penyendiri. Tak heran apabila terganggu cahaya sedikit saja pada saat mau keluar telur, maka induk penyu akan kembali melaut.

Pantai Maspari yang masih sangat alami dan minim cahaya, menjadi salah satu daya pikat penyu untuk berkembang biak.

Pulau dengan pasir putih inipun menjanjika pemandangan sunset dan sunrise yang sangat indah bahkan cocok sekali menjadi lokasi bagi pecinta snorkling, diving hingga selancar, memancing hingga banana boat dan berkano.

Masuk Nominasi Surga Tersembunyi

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memilih lokasi Pulau Maspari, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, masuk nominasi surga tersembunyi terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 dari 18 kategori.

Tentu saja pemerintah daerah kabupaten OKI sangat merespon positif, bahwa lanskap tersebut terpilih dan masuk menjadi nominasi surga tersembunyi dan terpopuler karena dapat menjadi media promosi wisata daerah.

“Alhamdulillah juga saat ini masuk di nominasi ‘surga tersembunyi terpopuler’ dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API). Memang belum dipastikan bisa menang atau tidak, tapi setidaknya ini sudah satu langkah maju karena pariwisata itu membutuhkan promosi,” ujar Bupati OKI, Iskandar.

Peluang dari Pulau Maspari tersebut untuk terpilih pada ajang anugerah, yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, cukup terbuka karena beberapa keunggulan yang dimiliki.

Menurut Iskandar, pulau yang berada di paling timur Sumsel itu memiliki keindahan alam yang sangat alami seperti terdapatnya batu karang, pasir putih, serta air laut yang masih jernih.

Beberapa aktivitas wisata dapat kita lakukan di pulau ini seperti camping, snorkling dan diving. Namun khusus untuk snorkling dan diving harus ada panduan dari operator diving dan snorkling yang sudah berlisensi.

Selain itu kendala lain yang dihadapi adalah kondisi geografis yang berada sangat jauh dari pemukiman sehingga agak sulit dijangkau. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir terus berupaya mempromosikan secara optimal “Maspari, The Hidden Paradise”

Kamu juga dapat mendukung Pulau Maspari menjadi destinasi wisata baru Sumsel tanpa dating ke sana. Dengan cara dukung pulau Maspari jadi pemenang API Award 2020 dengan cara kirim sms ketik API (spasi) 18G kirim ke – 99386, atau via Instagram dan Youtube melalui @APIaward. (siberindo)