PARIAMAN,HS – Pendamping Desa Mandiri Kota Pariaman harus luruskan niatnya dalam menjalankan tugasnya sebagai pendamping desa. Harus niatkan sebagai pengabdian terbaik bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, Jumat (24/7/2020), ketika mengukuhkan Pendamping Desa Mandiri Kota Pariaman, di aula Balaikota Pariaman. Di Pariaman terdapat 55 desa yang tersebar di 4 kecamatan. Menurut Abdul Halim, Pendamping Desa Mandiri dalam menjalankan tugasnya jangan sampai hanya sekedar memenuhi syarat untuk laporan ke Walikota Pariaman saja. Niat tulis mengabdi kepada masyarakat tersebut harus teraplikasi di lapangan dalam kegiatannya.

“Jadi tidak hanya semata-mata memenuhi standar laporan ke Walikota saja,” kata Abdul Halim.
Menurut Abdul Halim, pemberantasan kemiskinan harus dimulai dari desa. Jika desa-desa mampu mengentaskan kemiskinan, maka rakyat Indonesia makin banyak yang terbesar dari kemiskinan. “desa merupakan garda terdepan dalam mengatasi kemiskinan. Contohnya Kota Pariaman yang terus melakukan inovasi untuk mengatasi kemiskinan di desa. Sejalan dengan konsep agama, semua agama tidak menginginkan umatnya berada di posisi miskin. Karenanya harus dilakukan berbagai program di desa untuk membebaskan warga dari kemiskinan,” katanya.

“Dengan pengukuhan pendamping desa mandiri ini tentu Kota Pariaman akan lebih baik dalam pembangunan desanya dalam mengatasi kemiskinan. Ketersediaan dana APBN sepenuhnya belum mampu membiayai seluruh pendamping desa. Dengan adanya pendamping desa mandiri, jelas akan mempercepat pembangunan di desa,” kata Abdul Halim.

Ditambahkannya, kita mentargetkan desa-desa bisa lebih maju. “Semula saya diminta hanya mengukuhkan pendamping desa mandiri ini secara virtual. Namun saya menilai terobosan yang dilakukan Walikota Pariaman Genius Umar sangat bagus. Makanya saya bilang tidak secara virtual, tapi langsung mengukuhkannya,” tutur Abdul Halim.

Alasannya, kata Abdul Halim, saya ingin mengukuhkan dan melihat langsung pendamping desa mandiri ini. Ini saya jadikan contoh bagi kota dan kabupaten lain yang memiliki desa agar bisa juga membuat terobosan seperti ini. “Saya juga bangga, ternyata cukup banyak pendamping desa mandiri ini dari perempuan. Ini artinya sejalan dengan program Kemendes PDTT dalam mewujudkan desa bersetaraan jender. Di sisi konsep agama (Islam), perempuan itu tiga kali lebih dihormati oleh seorang anak. Tapi dalam aplikasi di lapangan perempuan masih dinomor sekian dari laki-laki. Jadi kita tak ingin hanya dalam tataran konsep saja, tapi juga pelaksanaannya di tengah masyarakat,” kata Abdul Halim.

Pengukuhan dihadiri Kepala Dinas PMD Provinsi Sumatera Barat Syafrizal, Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumbar Febby Dt. Bangso, Anggota DPD RI Aliman Sori, Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora, dan pejabat di Pemko Pariaman.

Usai pengukuhan Pendamping Desa Mandiri, Mendes PDTT Abdul Halim meninjau jembatan pelangi di Desa Kampung Kandang Kecamatan Pariaman Timur. (Siberindo)