Foto (Ist)

LUBUK LINGGAU,HS – Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak masyarakat menjaga toleransi antarsesama sehingga tercipta harmoni, kerukunan dan ketentraman di tengah tahun politik saat ini.
Hal tersebut disampaikan dalam Kegiatan Harmoni Kebangsaan tahun 2019 yang berlangsung di Kota Lubuk Linggau, Senin (1/4/2019).
“Melalui Lubuk Linggau kita kirimkan pesan kepada seluruh masyarakat di Indonesia bahwa sebenarnya kita mampu menciptakan toleransi, sehingga menciptakan kerukunan dan ketentraman. Itu pula yang menjadi alasan mengapa tema kegiatan Harmoni Kebangsaan 2019 adalah ‘Harmoni Kebangsaan Untuk Persatuan Indonesia,” terangnya dalam acara yang dipusatkan di Lapangan Perbakin, Lubuk Linggau
Menteri mengatakan banyak faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam menciptakan suasana harmoni di tengah-tengah masyarakat. Salah satu faktor yang terpenting adalah sikap saling menghargai.
“Termasuk menghargai pandangan orang lain, menghargai budaya orang lain, dan menghargai pilihan orang lain,” terangnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, rakyat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan umum serentak pada 17 April 2019. Dalam masa menjelang Pemilu ini tentunya setiap orang memiliki perbedaan pilihan politik.
“Melalui harmoni kebangsaan ini saya mengajak seluruh peserta untuk meneguhkan rasa persatuan dan kesatuan ditengah perbedaan politik yang ada. Harmoni kebangsaan untuk persatuan menjadi komitmen kita bersama mewujudkan Pemilu damai bagi kita semua,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat harus ikut terlibat bahu-membahu menciptakan suasana harmoni di lingkungan sekitar dengan cara tidak memberikan ruang sekecil apapun terhadap penyebaran Hoax. Apalagi dalam susasana pemilu sekarang ini, dimana hoax bertebaran di mana-mana
Dikatakannya Hoax merupakan salah satu sumber munculnya masalah saosial. Jika hal ini dibiarkan, pada akhirnya akan melahirkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan menjadi kekuatan dalam merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saya orang Islam, bohong itu dilarang. Apalagi menyebarkan kebohongan, fitnah. Kita harus memerangi Hoax, salah satu caranya adalah dengan cara ‘Saring sebelum Sharing,” tuturnya.
Menteri juga menjelaskan, Kegiatan Gebyar Harmoni Kebangsaan merupakan agenda tahunan Kementerian Sosial RI dalam rangka membangkitkan, menggelorakan dan menguatkan rasa kebangsaan, di tengah berbagai dinamika kehidupan di masyarakat.
Gebyar Harmoni Kebangsaan merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Harmoni Kebangsaan Tahun 2019 yang berlangsung mulai 31 Maret hingga 2 April di Kota Lubuklinggau.
Kota Lubuk Linggau dengan semboyan kota Sebiduk Semare menjadi lokasi pilihan setelah sebelumnya pada 2018 Harmoni Kebangsaan dilaksanakan di Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan.
Selama tiga hari, rangkaian kegatan Harmoni Kebangsaan berlangsung cukup padat. Yakni Harmoni Muda Mudi diikuti 100 pelajar di Kota Lubuk Linggau, Keserasian Sosial diikuti 200 anggota Forum Keserasioan Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Kemah Kebangsaan diikuti 500 orang terdiri dari Tokoh Masyarakat, TAGANA, Pelopor Perdamaian, Forum Keserasian Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial.
Kemudian Pagelaran Seni Budaya yang diikuti 500 orang terdiri dari Bupati/Wali Kota di Provinsi Sumatera Selatan, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Forum Kearifan Lokal.
Selanjutnya puncak kegiatan yakni Gebyar Harmoni Kebangsaan yang diikuti peserta 2.000 orang terdiri dari Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, TAGANA, Pelopor Perdamaian, Forum Keserasian Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Pendamping PKH, Peserta Harmoni Muda Mudi, dan Peserta Kemah Kebangsaan.
“Ditetapkannya Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan Harmoni Kebangsaan Tahun 2019 ini, tidak terlepas dari tingginya tingkat toleransi masyarakat Kota Lubuk Linggau dalam menyikapi perbedaan,” kata Mensos.
Ia menyebutkan pada tahun 2015, Kota Lubuklinggau dinobatkan sebagai kota toleransi dan keagamaan dalam salah satu ajang penghargaan kepada pemerintah daerah yang diselenggarakan salah satu media di Jakarta. Pada tahun 2018 Setara Institute menempatkan Kota Lubuklinggau pada urutan ke-53 untuk Indeks Kota Toleran di Indonesia.
Selain itu, melalui Lembaga Penasehat Adat/Pemangku Adat menghidupkan kembali budaya dan kearifan lokal untuk menciptakan upaya pemeliharaan keamanan, kerukunan dan ketentraman di masyarakat. Pemangku Adat ini melahirkan Hukum adat “halawe” sebagai pedoman bagi penyelesaian pelanggaran terhadap norma-norma hukum adat yang dulu pernah berlaku di Sumatera Selatan termasuk di Kota Lubuklinggau.
Salurkan Bantuan Sosial
Sementara itu di tempat yang sama Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat didampingi Kepala Biro Humas Sonny W Manalu menjelaskan dalam Gebyar Harmoni Kebangsaan 2019 ini  Mensos menyerahkan berbagai bantuan sosial.
Bantuan diwujudkan dalam bentuk Bantuan Keserasian Sosial dan Bantuan Motor Dapur Umur. Bantuan Keserasian Sosial diberikan kepada 12 Forum Keserasian Sosial @Rp150.000.000, total bantuan Rp1.800.000.000. Bantuan Kearifan Lokal diberikan kepada 11 kelompok/lembaga @Rp50.000.000, total bantuan Rp.550.000.000. Berikutnya bantuan Dapur Umum Roda Tiga Motor VIAR untuk Dinsos Kota Lubuk Linggau sebanyak 2 Unit @Rp57.033.680, total bantuan Rp114.067.360. Total Bantuan Sosial secara keseluruhan sebesar Rp2.464.067.360.
Adapun penerima bantuan Keserasian Sosial Tahun 2019 di Provinsi Sumatera Selatan Kota Lubuk Linggau sebanyak 2 Forum Keserasian Sosial, Kabupaten Banyuasin sebanyak 2 Forum Keserasian Sosial, Kabupaten Musi Rawas sebanyak 2 Forum Keserasian Sosial, Kabupaten Ogan Kemiri Ilir sebanyak 2 Forum Keserasian Sosial, Kabupaten OKI Selatan sebanyak 2 Forum Keserasian Sosial, Kota Pagar Alam sebanyak 1 Forum Keserasian Sosial.
Mensos secara simbolis juga menyerahkan Sertifikat Pembina Pelopor Perdamaian kepada 17 Walikota/Bupati Provinsi Sumatera Selatan.
Dirjen mengatakan melalui Kota Lubuk Linggau, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan masyarakat, toleransi dan harmoni sosial serta membumikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan keseharian guna mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Lubuk Linggau dan seluruh warga masyarakat yang berpartisipasi aktif dan sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir,” kata Dirjen Harry.
Turut mendampingi Mensos dalam kunjungan ini adalah Sekjen Kemensos Hartono Laras, Irjen Dadang, Staf Ahli Menteri Marzuki, Staf Khusus Menteri Febri Hendri, dan para pejabat Eselon 2 Kemensos. (Rill)