• Berita
  • MPC Pemuda Pancasila Sumsel Komitmen Kawal Sumsel Zero Conflict

MPC Pemuda Pancasila Sumsel Komitmen Kawal Sumsel Zero Conflict

5 bulan ago
128

PALEMBANG,HALUANSUMATERA.COM- Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan sebagai pimpinan komando Ormas Pemuda Pancasila se-Sumatera Selatan siap berkolaborasinergi dengan berbagai pihak sebagai mitra dalam membangun Sumatera Selatan di berbagai aspek, baik Sosial, Ekonomi, Politik, Keamanan, Hukum, dan lainnya, tentunya disesuaikan dengan porsi tugas dan kewenangannya.

Hari ini, Jumat (3/12/2021) Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) mengadakan silahturahmi dan diskusi bersama jajaran pengurus MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan di Sekretariat. Hadir dalam kesempatan ini adalah AKBP. Toad Ahmad selaku Kasubdit Bin Polmas DIT Binmas Polda Sumsel didampingi Kompol. Naserwen selaku Kasi Bin Orsosmas Subdit Bin Polmas Polda Sumsel. Sedangkan MPW Pemuda Pancasila Sumsel langsung diterima oleh Ketua MPW PP Sumsel, Bapak M. Yansuri, SIP, Sekretaris, Jan Haris, Kabid. OK, RM. Ari Maulana, Ketua BPPH, M. Aminuddin, Ketua SAPMA, M. Reza Farisyi, Kabid. Sarpras, Kherni, Wasekbid. Leni Marlina, Wasekbid. Sukmaria Yansen, Wasekbid. Rangga Umri, Bid. Hankam, Fizal, Wakil Ketua BKPB, Ahmad Marzuki, Dandenma KOTI MAHATIDANA MPW Sumsel, Reza dan Bid. Humas MPW.

Dalam acara tersebut dibahas mengenai berbagai hal-hal strategis dalam kehidupan kemasyarakatan khususnya di Sumatera Selatan, baik situasi dan kondisi terkini. Ketua MPW PP Sumsel, M. Yansuri menyampaikan bahwa untuk di Sumatera Selatan, telah terbentuk Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) di 17 Kabupaten/Kota, beserta Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) di 236 kecamatan. Bahkan sebagian besar sedang melakukan konsolidasi organisasi di tingkat kelurahan/desa yaitu Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila (PR PP) untuk 3500 Desa/Kelurahan serta Pimpinan Anak Ranting Pemuda Pancasila (PAR PP) pada tingkat RW/RT Konsolidasi yang dilakukan adalah penguatan basis, baik organisasi, program dan personal. Disampaikan oleh AKBP. Toat Ahmad “bahwa Ormas merupakan salah satu pendukung pembangunan yang strategis baik dari sisi SDM nya, Programnya dan Jaringannya. Sebuah organisasi hidup dikarenakan ada kegiatan yang dilakukan secara kontinue, sehingga mampu mengembangkan dan memberdayakan organisasi secara cepat dan tepat”. Polda Sumsel senantiasa terbuka lebar untuk bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, salah satunya Ormas Pemuda Pancasila Sumsel. Sebagai organisasi massa, tentu banyak SDM-SDM yang dapat diandalkan dalam membangun Sumatera Selatan.

“Ormas Pemuda Pancasila Sumsel akan terus berkomitmen menjaga, mengawal, mengamankan dan menerapkan SUMATERA SELATAN ZERO CONFLICT sehingga pembangunan dapat berjalan aman dan merata hingga ke pelosok. Kami Pemuda Pancasila Sumsel tidak punya musuh, karena bagi kami 1 musuh terlalu banyak, namun 1000 kawan masih kurang, dan kami tahu mana kawan dan mana lawan, karena kami Pemuda Pancasila. Musuh utama dan abadi kami Pemuda Pancasila hanya 1 yaitu Komunis dan itu jelas terpatri di setiap sanubari anggota Pemuda Pancasila, maka kami tidak kemana-mana, artinya hanya satu idiologi Pancasila, tapi kami ada dimana-mana, artinya Pemuda Pancasila ada dimanapun dalam menjaga Idiologi Pancasila” jelas M. Yansuri.

Acara yang dimulai pukul 09.00 wib hingga selesai berlangsung santai tapi serius, yang menjadi point-point diskusi akan segera dilaksanakan bahkan diminta untuk diterapkan di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel.

Ditambahkan oleh Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan MPW PP Sumsel, Ari Maulana, bahwa kita akan terapkan “Discuss On Action”, jadi tidak hanya sekedar habis waktu dalam diskusi saja, namun aksi langsung diterapkan, sehingga dapat melakukan evaluasi cepat. Kalau tidak pernah coba melakukan, bagaimana bisa tahu. Dalam setiap Surat Keputusan Jenjang Organisasi di Pemuda Pancasila baik MPN, MPW, MPC, PAC, PR, PAR dan Perangkat Ormas itu tercantum Tembusan kepada Pimpinan Daerah, Pimpinan DPRD, Pimpinan Polri, Pimpinan TNI, Pimpinan Kejaksaan, Pimpinan Pengadilan, dan itu harus disampaikan secara resmi organisasi melalui audiensi sekaligus sebagai bentuk silahturahmi, koordinasi, komunikasi, dan tentunya akan banyak hal yang bisa disinergikan terutama program pemberdayaan dalam berbagai hal. Kita harus membuka dan menjalin komunikasi dengan siapa saja, karena kita bukan Ormas yang antipati dan alergi. Forkompimda secara umum merupakan pembina semua organisasi, dan itu diatur oleh negara ini.”

Dan berbicara mengenai internal ormas Pemuda Pancasila, pertama bahwa perlu diketahui lambang Pemuda Pancasila bukan buatan anggota Pemuda Pancasila, tapi lambang itu sebagai tugas serta hadiah dari pendiri untuk selamanya menjaga, mengawal, mengamankan dan mengamalkan Idiologi Pancasila, sudah banyak anggota Pemuda Pancasila yang menjadi korban keganasan PKI. Maka Pemuda Pancasila ini lahir karena panggilan sejarah atas tragedi keganasan PKI menyerang Ulama, Santri, Pejabat Pemerintahan, TNI, POLRI dan Masyarakat dibawah tahun 1959, maka ketika setelah Dekrit Presiden untuk kembali kepada UUD 1945 dan Pancasila, lahirlah Pemuda Pancasila, karena pada saat itu, masih banyak pihak-pihak yang tidak menerima Pancasila. Yang kedua, anggota Pemuda Pancasila ini dari berbagai macam tanpa membedakan suku, etnis, agama, status, pekerjaan, profesi mulai dari yang paling atas sampai ke paling bawah sekalipun menyatu dalam satu jiwa korsa, sebuah miniatur kemajemukan Indonesia ada didalamnya, apapun bentuknya ada. Dan banyak tantangannya menjadi seorang pimpinan atau pengurus Pemuda Pancasila untuk membina anggotanya, tidak cukup hanya dengan pendidikan tinggi, mapan atau memiliki status sosial yang tinggi saja, namun salah satunya harus bisa menyelami jiwa korsa, karena semua fenomena bisa saja terjadi. Maka konsolidasi total organisasi yang saat ini dilakukan Pemuda Pancasila Sumsel adalah quantum leap untuk memperteguh kolaborasinergi.