Palembang – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan ( PWM Sumsel) mengelar rapat kerja wilayah ( Rakerwil ) yang dihadiri Ketua Majelis dan Lembaga PWM Sumsel, Ketua Organisasi Otonom Tingkat Wilayah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, dan anggota pleno PWM Sumsel, turut menjadi narasumber utama Dr. H. Agung Danarto, MAg., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. yang di laksanakan di Aula Hotel Grand Duta Syariah Jalan Radial No. 1 Palembang, Jum’at – Sabtu (16-17/10/20)

Ketua PWM Sumsel Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., dalam sambutannya mengatakan, latar belakang rakerwil ini dilaksanakan karena mundurnya pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah tahun 2020 ini, dikarenakan wabah Covid-19 agenda besar tersebut tertunda hingga 2 tahun tepatnya pada bulan Juli 2022.

Hal tersebut mempengaruhi perpanjangan waktu kepengurusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, PWM, PDM dan pengurus kebawah. Oleh karena itu dalam konteks ini, kegiatan organisasi tetap dilaksanakan termasuk Rakerwil ini untuk mematangkan program program yang akan dilakukan pengurus dalam satu atau dua tahun ke depan.

Menurutnya, dari hasil rapat kerja wilayah ini akan dihasilkan rumusan untuk menerbitkan satu buku baru yang mencakup semua aktivitas perkembangan dakwah Muhammadiyah Sumatera Selatan, termasuk data amal usaha, jumlah ranting, cabang, Masjid Muhammadiyah, dan perkembangan amal usaha Muhammadiyah karena terakhir pendataan dilakukan tahun 2010.

” Hasil kerja wilayah ini akan di hasilkan rumusan untuk menerbitkan satu buku baru yang mencakup semua aktivitas perkembangan Dakwah Muhammadiyah Sumatera Selatan dan perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah,”ujarnya

Ia juga menjelaskan, program kerja yang menjadi prioritas kedepan adalah Penguatan Kader Mubaligh, karena sejak 10 tahun terakhir kader mubaligh Muhammadiyah tidak banyak muncul, selalu yang itu saja.

“Apa karena kurang tertarik atau ada hal lain yang mempengaruhinya. Di Rakerwil ini akan kita bahas” jelasnya.

Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., dalam sambutannya juga menekankan agar kader Muhammadiyah harus melek teknologi, karena dimasa saat ini sangat diharuskan jika tidak akan tertinggal, termasuk menghadapi isu kekinian yang selalu berkembang.

Kendati demikian, program prioritas yang cukup dibahas adalah strategi pengembangan amal usaha, termasuk amal usaha diluar bidang pendidikan dan kesehatan. Karena amal usaha harus berkembang dan mulai memikirkan bidang lain terutama objek ekonomi.

Dalam Rakerwil ini juga, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan menandatangani MoU dengan Bank BNI Syariah.

Sementara itu, Ihsan Jauhari, SE, M.Si Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Selatan Mengatakan hasil dan rumusan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) akan menjadi salah satu acuan dalam menjalankan organisasi ke depan. (Santo)