PALEMBANG,HS – Sebanyak 1.725 personel gabungan dari TNI dan Polri akan bersiaga di mal, pasar, tepat ibadah, hingga pusat keramaian di Palembang saat pemberlakuan new normal. Petugas akan memastikan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, mengatakan ribuan aparat tersebut akan mulai melakukan pendisiplinan kepada masyarakat sesuai protokol kesehatan mulai pada 1 Juni 2020. Mereka akan memantau aktivitas di tempat-tempat keramaian seperti, pasar, mal, tempat pariwisata, hingga tempat ibadah.

“Mulai 1 Juni 2020 kita akan lakukan sosialisasi patroli dan akan melakukan penertiban kepada masyarakat agar bisa mematuhi protokol kesehatan,” katanya, Minggu (31/5).

Menurutnya, mekanisme pengaturan masyarakat sesuai protokol kesehatan yang dimaksud seperti memperketat tempat keramaian dan pembatasan masyarakat sesuai kapasitas tempat keramaian.

Sebagai contoh, kata dia, jika sebuah pusat perbelanjaan memiliki daya tampung 1.000 orang, maka pengunjung yang diperkenankan masuk hanya setengah dari kapasitas saja.

“Setiap pengunjung juga tetap wajib mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Irwan bilang, pelibatan TNI-Polri ini dilakukan untuk ikut menanggulangi penyebaran virus corona, sehingga masyarakat dapat merasa aman di tengan pandemi. Apalagi, saat ini kasus positif virus corona di Sumsel mendekati angka 1.000 orang.

“Kita berharap agar masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan yang ada sehingga kasus positif di Sumsel ini bisa menurun,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berakhir pada 2 Juni 2020 dan tidak akan diperpanjang. Sebagai gantinya, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan konsep new normal.

“Kami sedang menunggu petunjuk dari pemerintah pusat bagaimana mekanisme dan mengatur persoalan pendidikan, transportasi, dan izin keramaian di area publik saat new normal,” tutupnya (RN)