ABDYA-HALUANSUMATERA.COM, Pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) akan berperan penting untuk mencegah dan merespons cepat terjadinya kekerasan anak di tingkat desa/ kelurahan.

“Pembentukan PATBM dilakukan karena isu perlindungan terhadap anak tidak bisa ditangani oleh satu dinas saja. Jika semua diserahkan kepada dinas maka kami tidak sanggup” ujar Sri, bidang pemberdayaan perempuan dan anak.

Masa Covid 19 ini membuat sosialisasi pembentukan tidak bisa dilaksanakan langsung sembilan kecamatan. Hari ini, dilaksanakan untuk kecamatan Blangpidie dan Susoh di aula DPMP4 (Selasa, 8/6/2021)

Setidaknya ada enampuluh program kerja yang bisa dilaksanakan dengan menggunakan dana desa bagian pemberdayaan perempuan dan anak.

Peran PATBM adalah mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dan merespons cepat bila terjadi kekerasan terhadap anak di lingkungan terdekat. PATBM dikelola oleh aktivis di desa dan kelurahan.

Di tingkat desa, PATBM dibentuk berdasarkan tematik perlindungan anak yang hendak diterapkan di desa tersebut, misalnya desa wisata ramah anak bebas eksploitasi, desa tanpa kekerasan, desa bebas pornografi dan desa literasi digital terhadap anak. (Nita)