“PERAN IKATAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN INDONESIA (IPKEMINDO) DALAM MEMBANGUN CITRA PEMASYARAKATAN”

Oleh : Aprizayanti Anggelina

Organisasi Profesi menurut Merton dalam “Makalah Organisasi Profesi” Warsiti, S.Pd, M.Pd, merupakan organisasi dari praktisi yang menilai / mempertimbangkan seseorang atau yang lain mempunyai kompetensi profesional dan mempunyai ikatan bersama untuk menyelenggarakan fungsi sosial yang mana tidak dapat dilaksanakan secara terpisah sebagai individu.

Masih menurut Warsiti, S.Pd, M.Pd, bahwa tujuan organisasi profesi antara lain :
1. Meningkatkan dan mengembangkan karier anggota sesuai dengan bidang pekerjaannya.

2. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anggota dalam upaya mewujudkan kompetensi pada diri anggotanya.

3. Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan professional anggota untuk menempatkan anggota suatu profesi sesuai kemampuan.

4. Meningkatkan dan mengembangkan martabat anggota agar anggotanya terhindar dari perlakukan yang tidak manusiawi.

5. Meningkatkan dan mengembangkan kesejahteraan lahir batin anggotanya

Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan IPKEMINDO merupakan organisasi profesi Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Pejabat Fungsional Asisten Pembimbing Kemasyarakatan dibawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang sebelumnya bernama Asosiasi Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (APKI).

Pembentukkan Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) telah termuat dalam Anggaran Dasar Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) pada Bab IV Pasal 7 dimana tujuan pembentukan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik agar terwujud Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan dan Pejabat Fungsional Asisten Pembimbing Kemasyarakatan yang berkualitas dan professional dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung perlindungan HAM, dimana pelaksanaan tugasnya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai instansi pembina.

Sejak dikukuhkannya Dewan Pengurus Pusat IPKEMINDO periode 2018-2020 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Bapak Yasonna H Laoly pada hari kamis tanggal 19 April 2018, Ibu Dra. Sri Puguh Budi Utami, M. Si selaku ketua terpilih mulai memfasilitasi berbagai kegiatan dengan melibatkan seluruh Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Pejabat Fungsional Asisten Pembimbing Kemasyarakatan yang ada di Indonesia.

Setelah Dewan Pengurus Pusat IPKEMINDO terbentuk, kemudian dengan melalui Musyawarah Wilayah (MUSWIL), dibentuk pula Dewan Pengurus Wilayah di masing-masing kota seluruh Indonesia diantaranya Dewan Pengurus Wilayah IPKEMINDO Sumatera Selatan yang diselenggarakan pada tanggal 06 Februari 2019 di Hotel Aston Palembang. Dalam Musyawarah Wilayah (MUSWIL) tersebut, terpilihlah Ibu Hermi Asmawati, S.Pd, M.Si selaku ketua IPKEMINDO SUMSEL pada periode kepengurusan tahun 2019 – 2022.

IPKEMINDO SUMSEL merupakan organisasi profesi Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Pejabat Fungsional Asisten Pembimbing Kemasyarakatan yang berada di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan, dimana hingga saat ini Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan berjumlah 70 orang dan Pejabat Fungsional Asisten Pembimbing Kemasyarakatan berjumlah 5 orang. Dari jumlah tersebut belum termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2020 yang ditempatkan di Bapas Kelas I Palembang, Bapas Kelas II Lahat, Bapas Kelas II Muratara, dan Bapas Kelas II Oku Induk. Oleh karena itu, IPKEMINDO SUMSEL sebagai organisasi profesi sangat berperan dalam mengakomodir berbagai kegiatan yang dilakukan, kemudian dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik, serta sarana informasi baik yang sifatnya horizontal maupun vertikal, sehingga para Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan yang ada didaerah dapat mengetahui berbagai informasi dan kegiatan yang dilakukan hingga kini. Dan yang paling penting agar terwujudnya Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan dan Pejabat Fungsional Asisten Pembimbing Kemasyarakatan yang berkualitas dan professional dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi perlindungan Hak Asasi Manusia.

IPKEMINDO SUMSEL yang merupakan organisasi profesi dalam mencapai tujuannya tidak terlepas dari asas-asas atau prinsip-prinsip organisasi yang harus dipegang teguh. Sebagaimana dikemukakan oleh Roco Carzo dalam Buku Manajemen Organisasi Karya Nasrul Syukur Chaniago, hal 22-24, bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi :

1. Tujuan yang jelas
2. Skala hirarki pada setiap bagian yang memiliki kekuasaan terukur
3. Kesatuan perintah atau komando
4. Pelimpahan wewenang yang ditandai dengan Surat Keputusan
5. Pertanggungjawaban pada setiap pekerjaan
6. Pembagian pekerjaan yang jelas
7. Rentang pengendalian yang meliputi terbatasnya tingkat kewenangan sehingga tidak semua orang menjadi atasan
8. Fungsional dalam melaksanakan tugasnya
9. Pemisahan beban tugas dan tanggung jawab
10. Keseimbangan antara beban tugas dan imbalan, waktu bekerja dan hasil pekerjaan
11. Flexibilitas antara penugasan dengan imbalan dalam memenuhi tujuan organisasi
12. Kepemimpinan yang dianggap sebagai inti dari organisasi ataupun manajemen

Selain itu, IPKEMINDO SUMSEL berpengaruh dalam melaksanakan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, dimana Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan saling bersinergi meningkatkan kinerja di bidang bimbingan kemasyarakatan yang meliputi penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan. IPKEMINDO SUMSEL juga menjadi tempat belajar dan berbagi informasi antara para Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan untuk mengembangkan potensi dan jenjang karir kedepannya. Berbagai hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas serta pencarian solusi guna pemecahan masalahnya dapat dikemukakan untuk kemudian didiskusikan diantara anggota IPKEMINDO SUMSEL lainnya, sehingga diharapkan semua Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan dapat berkualitas dan berdaya saing diantara aparat penegak hukum lainnya. Dan harapannya bahwa kinerja Pembimbing Kemasyarakatan yang berkualitas akan lebih dikenal dimasyarakat luas sama halnya mereka mengenal profesi jaksa, polisi, hakim, dan lain sebagainya, sehingga dapat membangun citra positif pemasyarakatan untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya dan dapat mensukseskan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan di Indonesia.AA09

Aprizayanti Anggelina
Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Palembang.