PALEMBANG,HS – Koalisi Mayarakat Puisi Sumatera Selatan menggelar Baca Puisi dan Bincang Virtual, Minggu (7/6) pukul 19.30 hingga selesai. Acara ini sekaitan menghadapi pandemi Covid 19 dan menjelang New Normal yang akan diberlakukan di beberapa daerah  termasuk Sumatera Selatan.

Penggagas sekaligus pemandu acara ini, sastrawan Sumsel Anwar Putra Bayu menegaskan, seniman tak pernah kehabisan ide. Tak bisa tampil di panggung terbuka maka mengeskpresikan karyanya melalu virtual.

Acara dengan aplikasi zoom ini, bukan saja menghadirkan sastrawan dan budayawan Indonesia. Tetapi dari Dili, Brunei, Singapura, dan negara lainnya ikut serta.

Kegiatan ini diharap dapat membuka ruang pembacaan puisi virtual dan berbincang-bincang tentang COVID-19 dan aktivitas sosial new normal.

Baca puisi virtual dan perbincangan new normal terkait pandemi COVID-19 berlangaung melalui program Zoom dengan ID 885 1243 4763, password 123123.

Bayu mengatakan, selain membicarakan covid-19 dan pelaksanaan new normal, program acara digelar untuk pengembangan apresiasi sastra.

“Saya berharap agar acara ini dapat dikuti pelaku dan penggiat sastra internasional. Ini aktivitas pertama secara virtual yang dilakukan. Sebelumnya Koalisi Masyarakat Puisi Sumsel menggelar pembacaan puisi di hadapan public langsung” ujar Anwar Putra Bayu.

Menurut dia, dialog virtual terkait pemberlakuan new normal, merupakan bentuk harapan masyarakat setelah dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat hidup dalam keprihatinan akibat pandemi virus corona.

Dari format acara, kata Bayu, pembacaan puisi virtual dan bincang-bincang terkait new normal, diikuti para praktisi dan akademisi sastra internasional. Lebih menggembirakan lagi acara ini didukung oleh Pusat Dokumentasi H.B. Jassin.

Menurut Nanang Suryana selaku Kepala PDS HB. Jassin menyambut gembira karena acara yang digelar oleh Koalisi Masyarakat Puisi dalam situasi pandemi ini akan ikut mewarnai kehidupan sastra di Indonesia, terutama di Sumatera Selatan.

Mereka yang terlibat dalam kegiatan itu, antara lain, para akademisi Prof Dr Nurhayati MPd, Prof. Dr Ratu Wardarita M.Pd, Thia Yufada, ZA Narasinga, Dr. Latifah Ratnawati M. Hum, Dr. Phaosan Jehwae (Thailand), Liswantina (Polandia), Indah Rizky Ariani.

Selain itu, acara juga menampilkan Dr. Victor A Pogadaev (Rusia), Isbedy Stiawan ZS, Abe Bareto Soares (Timor Leste), Hartinah Ahmad (Singapura), Rita Jassin.

Pebacaan puisi virtual itu diperkuat pula oleh Dr Yoseph Yapi Taum M.Hum, Jaksen M Amin, Ihsan Ali (Singapura), Dr. Jefri Arif (Brunei Darussalam), Dr Tarech Rasyid, Pipin, dan Mohd Jamil Yunos (Sungapura).

Menanggapi kegiataan literasi virtual itu, Dr dr, Zulkhair Ali, Sp PD, KGH, mengatakan pelaksanaan new normal seusai pandemi COVID-19 ini, akan dibahas sosialisasi kehidupan masyarakat sesuai protokol kesehatan.

“New Normal merupakan era baru setelah masyarakat kita terkungkung oleh kekhawatiran dan ketakutan akibat mewabahnya virus corona,” ujar Zulkhair Ali.

Dengan membiasakan hidup tertib, dengan membasuh tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak dalam bersosialisasi di masyarakat, mudah-mudahan keadaan kita bisa kembali normal. Sedangkan pemutusan penyebaran virus corona ini dapat kita wujudkan,” katanya.