ABDYA,HALUASUMATERA.COM-Setelah Presiden RI, Joko Widodo menjadi orang pertama yang mendapat suntikan vaksin Covid-19, Rabu (13/1) pagi di Istana Kepresidenan. Menurut kabar akan ada Program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di beberapa wilayah Indonesia secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, Safliati SST M.Kes saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memaksaan masyarakat untuk ikut vaksinasi Covid-19. Menurutnya, Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya akan selalu berusaha untuk meyakinkan masyarakat agar mau untuk divaksin.

Vaksin Sinovac hingga saat ini belum diterima Pemerintah Aceh Barat Daya. Pihak Dinas kesehatan Aceh Barat Daya terus berkoordinasi dengan pemerintah Aceh tentang mekanisme pendistribusian dan penggunaan vaksin Covid-19 tersebut.

“Kita masih punya waktu untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka paham manfaatnya, jadi tidak mungkin kita paksa.” Tambahnya menjelaskan

Yuli (38 tahun) seorang ibu rumah tangga tidak mengizinkan anaknya sekolah jika ada vaksinasi.
“Lebih baik membayar denda, menjual rumah dari pada kehilangan anak, anak cuma berapa meninggal pula karena vaksin, tidak usah sekolah jika ada vaksin” tegasnya

Seorang anak Una (10 tahun) ketika ditanya soal vaksin ini mengatakan “Tidak berani di suntik, jadi mau lari jika ada vaksin.”

Melihat sambutan masyarakat, Safliati SST M.Kes, selaku kepala dinas kesehatan Aceh Barat Daya menegaskan bahwa “Tidak kita paksa, silahkan saja, semua ada aturannya, yang divaksin juga ada kriterianya, jadi tidak bisa sembarangan juga,”

Selain kontra, ada juga yang pro dengan vaksin ini, sebagaimana yang dikatakan oleh seorang warga Abdya Anto (29)
“Ya, saya siap sebetulnya divaksin tapi saya masih ragu dan takut, kayaknya harus banyak penjelasan tentang manfaat vaksin ini kepada masyarakat,”

(Nita)