PALEMBANG, HS – Hendry alias Endi Terdakwa pengedar dengan barang bukti 6 paket narkotika jenis sabu hanya bisa terdiam saat majelis hakim PN Palembang memvonisnya dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Hal itu diketahui dalam gelar sidang, Senin (24/8) terdakwa dihadirkan dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Agus SH MH oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Aji Martha SH.

“Menjatuhkan pidana penjara sebagaimana perbuatannya dalam pasal 114 (1) Undang-undang RI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana penjara selama 7 tahun,” kata hakim ketua saat bacakan amar putusan

Vonis itu lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum yang pada persidangan sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 8 tahun penjara.

Mendengar putusan itu, terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya Sutikno SH dari Posbankum PN Palembang menyatakan terima vonis itu.

“Selaku penasihat hukum terdakwa dan berkoordinasi dengan terdakwa tadi menerima putusan itu, terdakwa sendiri juga telah mengakui perbuatannya dan tidak keberatan dengan vonis yang dijatuhkan,” ujarnya

Diketahui dalam dakwaan terdakwa Hendry ditangkap pihak kepolisian di sebuah rumah di Jl. Veteran Lrg. RRI Pertama Rt. 09 Rw. 02 Kel. 9 Ilir Kec. Ilir Timur III Palembang, Senin (13/4/2020).

Darinya petugas menemukan 6 (enam) bungkus plastic klip bening yang berisikan serbuk Kristal narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan bruto 2,34 gram.

Dimana barang tersebut berada didalam kantong kecil kulit warna hitam,serta 1 (satu) buah timbangan digital kecil merk 8 GB yang terletak diatas lemari dalam kamar tidur milik terdakwa.

Saat interogasi oleh petugas mengenai barang bukti narkotika jenis sabu tersebut Hendry, menjelaskan bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari Sdr. ALUNG (Belum tertangkap) dengan cara membeli.(RN)