PALEMBANG,HS – Menindaklanjuti hasil audensi Bem Universitas PGRI bersama jajaran rektorat tentang tuntutan keringanan bayaran kuliah sebesar 50% pada Tgl 8 juni 2020 yang sampai saat ini belom ada kejelasan
Aktivis mahasisswa Univessitas PGRi Palembang Andi Leo mengatakan mahasiswa telah melakukan birokrasi secara benar namun tidak ditanggapi serius oleh rektorat maupun yayasan yang seharusnya bersikap cepat dan tanggap dalam hal ini,

Apalagi ditambah telah di bukak nya jadwal pembayaran semester baru oleh pihak rektorat menegaskan kembali tidak ada nya pertimbangan hak-hak mahasiswa yang mereka lakukan

“Oleh sebab itu kami mahasiswa Universitas PGRI akan melakukan aksi untuk mendorong pihak rektorat atau yayasan segera mengeluarkan kebijakan keringanan biaya kuloah bagi seluruh mahasiswa Universitas PGRI tanpa terkecuali,” jelas Andi Leo.

Menurut Andi Leo selain tuntutan keringanan biaya kuliah masih ada beberapa point-point tuntutan lainnya mengenai fasilitas kampus,media informasi kampus,keamanan kampus.

“Untuk seluruh mahasiswa Universitas PGRI Palembang bersiaplah kita akan menyampaikan aspirasi dengan lantang, sesungguhnya aksi ini adalah jalan terakhir saat kata-kata lembut kita tak didengar dan birokrasi kita di patahkan,” Tegas Andi Leo

“Maka untuk tercapainya cita-cita mulia dan keinginan dan jika dalam pergerakan itu ada kepentingan umat di dalamnya maka Diam adalah suatu penghianatan, Hanya ada satu kata LAWAN!!,” Pungkasnya