PALEMBANG,HS – Hasil rekapitulasi final Pemilihan Gubernur (Pilgub) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel di Jakabaring Palembang sudah rampung diselesaikan, hasilnya pasangan HD-MY dinyatakan unggul dari pesaing terdekatnya Dodi-Giri pada, Minggu (8/7/2018) kemarin.

Pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar mengajak warga Sumsel menerima dengan lapang dada hasil dan menyambut gubernur terpilih yang baru.

Terinspirasi dari pemerintahan pada Pilgub DKI Jakarta, ia mengaku tim transisi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel harus segera dibentuk.

Kala itu sekitar 5 bulan jaraknya, tim pemenangan Anies-Sandi berinisiasi menawarkan dibentuknya tim transisi pemerintahan kepada Ahok – Jarot. Saya rasa Sumsel juga harus demikian,” ungkapnya, Senin (9/7/2018).

Ia menjelaskan, berkaca dari DKI Jakarta memang awalnya ada penolakan dari Ahok- Jarot, tapi setelah dilakukan komunikasi akhirnya diperkenankan dibentuknya tim tersebut dan masuk dalam manajemen pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Pembentukan tim transisi juga saat ini merupakan urgensi, meski tak memiliki sasar hukum tetapi etika berikut efektifitas keberlanjutan dalam program pembangunan yang akan di sandingkan secara harmonis dengan janji-janji kampanye intensif gubernur terpilih nantinya.

“Apalagi yang terkait dengan kampanye program 100 hari kerja, sulit untuk merealisasikanya karena terkunci oleh birokrasi, anggaran dan program yang telah disusun oleh rencana program yang sedang berlangsung,” tegasnya

Ia membeberkan, kondisi seperti juga sedang digagas di daerah Jawa Timur, dimana Paslon Gubenur Terpilih (Khofifah- Emil Dardak) tengah membentuk Tim transisi pemerintahan yang bersumber dari kalangan Akademisi & birokrat handal.

“Akhirnya dituntut kebesaran jiwa, kenegarawanan juga kematangan berpolitik dari para pejabat daerah yang mita cintai ini. Dampaknya rakyat akan semakin merasakan keberagaman aspek pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya