PALEMBANG,HS – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel, Mawrdi Yahya secara sepontan memantau pompa air yang ada di depan Taman Mandiri dan juga di Sungai Baung yang ada di Simpang Lima dekat Hotel Arista.
Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Komunikasi dan Media, Alfrezi Pangarbesi mengatakan, bahwa Gubernur Sumsel tadi akan pulang karena mau ke Jakarta. Namun melihat kantor Gubernur banjir dan sudah dua bulan kepemimpinannya masih banjir maka ia pun sepontan untuk memantau.
“Pak Gubernur Berharap rumah pompa yang ada di sana diperhatikan. Terkait banjir ini kalau tidak diperhatikan nanti bisa lebih parah lagi. Jadi diharapkan semua pihak turun langsung, mulai dari Pemerintahan Kota dan Pemprov Sumsel akan memback upnya,” ujarnya
Lebih lanjut ia mengatakan, saat memantau Gubernur dan Wakil Gubernur didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel, Dharma Budi.
“Ia saya tadi dipanggil Pak Gubernur dan kebetulan saya lagi di situ jadi saya dampingi pak Gubernur. Tadi mantau didua titik yaitu di Taman Mandiri dan juga di Sungai Baung yang ada di Simpang Lima dekat Hotel Arista,” ujar Budi
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa
dulu waktu di Kota ia sempat mejadi Kepala Dinas PSDA kota,
jadi ia tahu benar kondisi pompa  disitu dulunya tidak seperti itu. Kekuatan pompanta dulu lebih kencang dari yang sekarang.
Kemudian Pak Gubernur pun langsung menanyakan kepenjaga pompanya kenapa daya dorong pompanya kecil. Lalu sipenjaganya menjawab bahwa ada kerusakan dipompanya, sehingga dayanya kecil. Jadi tidak semaksimal yang didesain pompa tersebut, sehingga ada keterlambatan untuk menarik air yang disekitar A Rivai. Hal tersebut  mengakibatkan adanya genang air disekitar A Rivai.
Lalu ditanya lagi bapak hadir disini kapan. Dijawabnya ketika hujan akan mulai. Jadi dari segi kesiapan petugas tidak ada masalah. Masalahnya hanya di pompanya.
“Pompa ini tanggung jawab Pemkot, jadi nanti pemkot yang akan mengambil tindakan. Ada dua cara yaitu bisa diperbaiki atau diganti jika memang tidak sesuai lagi,” katanya.
Lalu untuk yang di simpang lima deket Hotel Arista itu ada beberpa permasalahan yang pertama ada tiga pompa, tapi yang hidup hanya satu dan dua pompanya mati. Lalu  ada beda ketinggian air, antara di bawah pompa dengan air sebelah kanan. Hal ini terjadi karena di rumah pompa itu ada jeruji yang fungsinya agar pompa tidak kemasukan sampah. Nah sampahnya ini tidak dibersihkan oleh si penjaganya. Akibatnya sampah ini menempel dan lengket di jeruji terali rumah pompa.
“Selain itu ternyata penjaga pompa itu sudah dalam kondisi tidak mampu karena sudah tua. Jadi kalau untuk terjun membersikan sampah tidak memungkinkan lagi. Jadi dari segi SDM sudah tidak masimal. Sebaiknya kota mencari kader lebih mudah. Kasian bapak yang jaga sudah tua,” ungkapnya.
Sementara itu pantauan di sekitar kantor Gubernur Sumsel di Jalan Kapten F Tandean banjir sebatas lutut. Beberapa kendaraan terpaksa putar balik, namun ada juga yang menerobos. Ada yang lancar melewati banjir namun ada juga yang mogok.
“Tadi saya lewat jalan banjir mau ke Kantor Gubernur pakai motor. Saya trobos banjirnya ternyata motor saya jadi mogok,” kata Herman Pegawai Pemprov saat dibincangi sembari mengotak-ngatik motornya yang mogok.
Selain beberapa kendaraan yang mogok, ditempat banjir tersebut banyak dimanfaatkan anak-anak untuk berenang. Mereka ramai-ramai asik berenang di pingir jalan.