PALEMBANG,HS – Memasuki September 2017, pembangunan dan renovasi venue di Sumsel masih lambat. Hal ini ketahui dari paparan progres pembangunan 11 venue Asian Games dimana rencananya 40,69 persen baru terealisasi 35,96 persen.

Kabid Tata Bangunan dan Perumahan PU Cipta Karya Sumsel, Aminuddin mengakui memang ada keterlambatan tapi tidak terlalu jauh. Karena itu dirinya optimis dapat selesai tepat waktu.

“Tidak semuanya itu terlambat, tapi venue yang terlambat itu alasannya beda-beda seperti renovasi Stadion terlambat karena ada pertandingan Sriwijaya FC sehingga renovasi terlambat,” katanya Rabu (20/9/2017),

Meskipun begitu, upaya yang akan dilakukan yakni menambah jam kerja para pekerja agar pengerjaan cepat selesai. Sejauh ini ada 11 venue yang dilakukan pembangunan dan direnovasi yakni shooting range, dayung, soft tennis dan tennis, stadion Gelora Sriwijaya, stadion Bumi Sriwijaya, Triathlon, panjat tebing, bowling, Aquatic, dan volley.

“Pembangunan dan renovasi ini ditargetkan selesai pada Desember 2017,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menambahkan, untuk renovasi stadion saat ini sudah mulai dilakukan, dimana renovasi meliputi penggantian kursi menjadi single sit sehingga dari semula 35 ribu penonton menjadi 60 ribu penonton.

“Pergantian bangku ini di sisi tribun utara dan tribun selatan,” katanya.

Selain bangku, pihaknya juga menambah sejumlah fasilitas umum di stadion seperti toilet umum dan lain sebagainya. “Untuk sementara pertandingan sementara dialihkan terlebih dahulu sampai stadion selesai direnovasi,”tegasnya (MDN)