PALEMBANG,HS – Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II mendorong Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk memperbaiki Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi. Hal itu untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut.
Ketua Kopertis Wilayah II, Slamet Widodo mengatakan, penjaminan mutu ada dua kategori yakni internal dan eksternal. Kegiatan peningkatan yang dilakukan ditujukan agar peningkatan mutu internal kampus menjadi lebih baik pada penjaminan mutu mereka.

“Setelah kegiatan ini semua perwakilan peserta dari 50 PTS harus menukarkan hasilnya ke kampus masing-masing sebab sistem penjaminan mutu internal (SPMI) menjadi salah satu penilaian oleh pihak BAN-PT untuk akreditasi,” kata Slamet disela kegiatan workshop penyusunan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) bagi tim SPMI pada Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Wilayah II di aula Kopertis Wilayah II, kemarin.
Dijelaskan Slamet, salah satu tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas PTS agar tidak ketinggalan dengan perguruan tinggi yang lain. Apalagi perguruan tinggi asing (PTA) saat ini mulai merambah ke Indonesia, melalui sistem online. Jika tidak bermutu maka PTS akan ditinggalkan oleh masyarakat.

“Ada 561 PTS dibawah keportis yang masih berstatus akreditasi C. Jumlah PTS ini akan didorong menjadi B,” ungkapnya.
Diterangkan Slamet, kalau PTS nya bermutu maka akan jadi alternatif, tujuan utama masyarakat dan menjadi unggul dimata masyarakat. Jika ini sudah terwujud maka PTS harus mengimbangi berbagai fasilitas, sarana dan adanya penjaminan mutu yang tinggi untuk membayar kepercayaan tersebut.

“Kalau tidak, maka peralihan status akreditasi menjadi lebih baik tidak terwujud dan menjadikan PTS ditinggalkan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta workshop penyusunan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) bagi tim SPMI pada Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Wilayah II, Titin Mardiana mengatakan, pelatihan dan pengetahuan pihak kampus terhadap SPMI sangatlah penting agar mutu pendidikan pada PTS tersebut bisa berjalan lebih baik lagi.

“Adanya kegaitan ini maka berbagai evaluasi baik yang harus dibenahi ataupun dimaksimalkan lagi akan diketahui oleh setiap PTS dan sesuai dengan kriteria pihak pemerintah. Tinggal bagaimana cara kampus bersangkutan dalam menerapkannya agar menjadi maksimal baik dari segi mutu maupun melahirkan lulusan yang terbaik,” pungkasnya (HSN)