122PALEMBANG,HS – Pemerintah Palembang melalui dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) sangat serius dalam mewujudkan sekolah berbasis digital yang digayangkan oleh pemerintah.Salah satunya dengan menyiapkan delapan sekolah dari jenjang SD hingga SMA sebagai project awal penerapan kantin sekolah eletronik (KSE).

SMA negeri 5 Palembang yang berada di jalan Gotong Royong kec IT II menjadi satu dari delapan sekolah yang ditunjuk untuk menerapkannya. Meski baru ditunjuk, pihak sekolah mulai melakukan beberapa persiapan terutama dalam mengedukasi siswa dan pendagang kantin untuk siap menerapkan KSE.

Kepala SMA negeri 5 Palembang, Sumin Eksan, S.Pd, M.M menguraikan, di SMA Negeri 5 Palembang memiliki kantin sekolah yang terletak di belakang bangunan kelas, dengan luas area kantin sekitar 10 M x 5 meter menampung 10 los pedagang makanan dan minuman. “Untuk menambah semangat siswa untuk makan di kantin, Suasana kantin dibuat begitu nyaman, dengan lingkungan yang bersih dan jauh dari sampah, serta fasilitas bangku dan meja yang tertata rapi,”jelasnya,Kemarin.

Lanjutnya, Saat ini pihaknya tengah menyiapkan edukasi kepada para pedagang di kantin sekolah khususnya dalam mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, dengan KSE nantinya akan banyak manfaat yang bisa didapatkan tidak hanya bagi pedagang, sekolah dan siswa.

“Dengan KSE tentunya akan meningkatkan citra sekolah, karena dengan makanan yang dijual lebih bersih dan sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas siswa. Apalagi poin pentinya siswa tidak harus lagi repot membawa uang, dan pedagang kantin tidak takut bila dagangnnya akan bersisa,” ungkapnya.

Nantinya, dikatakan Sumin semua makanan yang disediakan pedagang di kantin sekolah akan dimasukan kedalam menu yang ada di aplikasi tersebut. Sehingga siswa cukup memesan via gadget yang dimiliki, dengan membuka aplikasi lewat gadget masing-masing dengan pemesanan yang dilakukan sebelumnya.

“Mereka harus free order dulu satu hari sebelumnya, tinggal disekolah datang kekantin langsung bayar pakai kartu eletroniknya. Menu makanan yang akan dijual tetap sama seperti biasanya, contohnya bakso, nasi goreng, martabak telur, pempek model dan lainnya”, jelasnya.

Pihak pedagang dikantin sekolah eletronik akan mendapatkan pembelajaran dahulu, dimana akan tim teknis yang memberikan pemahaman tersebut kepada mereka. Semua perlengkapan KSE seperti gadget, kartu screening dan kartu eletronik akan diserahkan ke pedagang oleh tim tersebut.

“ Tentunya harga akan tetap sama seperti sebelumnya, jadi untuk makanan yang dibeli tidak akan berubah. Selain itu pedagang juga tidak akan dirugikan, malahan ini sangat membantu mereka,” ungkapnya.

Sambungnya, Sekarang kita menunggu sosialisasi langsung kesekolah, dimana mengedukasi pedagang kantin itu sangatlah penting. Sehingga kita targetkan 3 bulan kedepan KSE siap kita laksanakan sepenuhnya

“Penerapan KSE disambut dengan antusias dari kalangan siswa, soalnya dengan kemajuan teknologi dan kehidupan anak sekarang sudah sangat mengenal dengan dunia gadget. Apalagi menu makanan sehat yang disajihkan akan sangat bermanfaat bagi siswa sendiri,” pungkasnya(Hsn).