Peserta didik SMP Negeri 28 Palembang usai gotong royong bersama

Peserta didik SMP Negeri 28 Palembang usai gotong royong bersama

PALEMBANG, HS – Selain peserta didik memiliki karakter, bereksplorasi, bereksperimen, dan berekspresi, siswa juga diajarkan bertanggungjawab dan sikap peduli. Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 28 Palembang yang terakredetasi A, seluruh peserta didik juga berupaya memajukan kegiatan nuansa ekstrakurikuler.

Belasan anak-anak tampak gesit berjalan di tangga SMP Negeri 28 Palembang di Jalan TPH Sofyan Kenawas, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, RT 15, Ilir Barat 1 Palembang.  Suara canda pun meningkahi langkah mereka menuju lapangan basket yang kondisinya masih ditumbuhi rumput dan letaknya tak jauh dari ruangan belajar.

Persis di depan sebelah kanan ruangan tenaga guru tersaji sebuah kolam ikan dan aneka tanaman hasil karya para peserta didik. Bangunan green house berdidi kokoh tepat dekat Mushala Al-Ilmi. Barulah, sesampainya di ruangan guru, tampak belasan tropi berbagai ukuran yang diraih oleh SMP Negeri 28 dari berbagai bidang terpajang di ruangan guru.

“SMP Negeri 28 ini merupakan sekolah yang terletak di kawasan pinggiran memiliki  banyak prestasi, terutama ektrakurikuler,” demikian disampaikan Tugiyo SPd MSn, Kepala SMP Negeri 28 Palembang kepada HALUAN SUMATERA, Sabtu, 9 Oktober 2016.

 

Tugiyo, Kepala SMP Negeri 28 Palembang

Tugiyo, Kepala SMP Negeri 28 Palembang

Ucap Tugiyo, SMP Negeri 28 Palembang mempunyai visi yaitu mewujudkan sekolah yang berprestasi, berkarakter, dan berbudi pekerti luhur, serta berwawasan lingkungan. Sedangkan misi dari sekolah ini antara lain, melaksanakan proses pembelajaraan yang efektif, inovatif, dan menyenangkan yang berbasis lingkungan. Mendorong siswa untuk meningkatkan prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik.

“Jadi kita ingin peserta didik di sekolah ini berprestasi, berkarakter, dan budi pekerti yang luhur,” tandasnya.

Tak hanya itu, seluruh anak didik di SMP Negeri 28 Palembang diajarkan  budaya antre, baik antre di ruangan belajar maupun saat beribadah. Budaya antre ini bertujuan untuk melatih kesabaran setiap peserta didik.

“Kita ajarkan ke anak-anak dengan sikap keteladanan, seorang guru harus bisa jadi teladan bagi anak-anaknya.  Insyaallah kita akan terus menyuguhkan nila-nilai yang berkarakter agar tercipta peserta didik yang memiliki karakter,” tutur Tugiyo.

Tampak guru sedang mempraktikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

Tampak guru sedang mempraktikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

Masih kata Tugiyo, setiap hari Sabtu, peserta didik di SMP Negeri 28 diarahkan bergotong royong bersama. Ini gunanya untuk menjaga kebersihan sekolah.

“Khusus Sabtu, baik peserta didik maupun tenaga guru gotong royong bersama. Program itu rutin kita laksanakan,” ujarnya.

Irian Herman Ama Pd, Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 28 Palembang kepada HALUAN SUMATERA menambahkan, adapun kegiatan ektrakurikuler yang sedang ditekuni peserta didik SMP Negeri 28 Palembang tak lain bertujuan melatih potensi diri masing-masing anak.

“Alhamdulillah, peserta didik kita banyak yang ikut ektrakurikuler,” cetus pria yang akrab disapa Herman.

Banyak tropi yang diraih oleh peserta didik SMP Negeri 28 Palembang

Banyak tropi yang diraih oleh peserta didik SMP Negeri 28 Palembang

Cukup membanggakan di hati, lanjut Herman, prestasi peserta didik di bidang cabang olahraga sepak bola selalu juara baik di tingkat se-Kota Palembang. Terbukti sejak 2013 sampai 2015, SMP Negeri 28 meraih gelar juara.

“Sepertinya untuk sepak bola kita juaranya,” katanya.

Aradi, Wakil Kurikulum SMP Negeri 28 Palembang didampingi Achmad Dairobi Wakil Sarana dan Prasarana SMP Negeri 28 Palembang menambahkan, di tahun ajaran 2016, pihak SMP Negeri 28 terpaksa menolak 102 siswa yang untuk masuk ke sekolah tersebut. Alasannya, jumlah kelas yang tersedia tak cukup menampung siswa.

“Kalau hitung-hitung ada 3 kelas yang kita tolak,” ujar Aradi.

Pengurus OSIS SMP Negeri 28

Pengurus OSIS SMP Negeri 28

Menyadari pentingnya program sekolah yang berwawasan lingkungan, SMP Negeri 28 Palembang sebagai salah satu instansi pendidikan sangat mendukung program tersebut.  Dalam usaha tercapainya program yang dimaksud, sekolah ini berupaya mengarahkan kebijakan sekolah untuk dapat melakukan pengembangan upaya pelestarian lingkungan hidup

“Kita sudah mengikuti program adiwiyata dan sudah dapat dinyatakan layak mendapatkan penghargaan Adiwiyata,” tuturnya.

SMP Negeri 28 Palembang pun memiliki mengembangkan filosofi kesadaran lingkungannya dalam bentuk motto sekolah yaitu “cerdas pikirnya, sopan sikapnya, bestari alamnya”. Filosofi ini dikembangkan guna menumbuhkan kecerdasan warga sekolah dalam mengusahakan lingkungan, kemudian menunjukan sikap simpati terhadap lingkungan baik lingkungan fisik maupun non-fisik.

“Kesemuanya ini bermuara pada satu hasil kesadaran lingkungan berupa tempat belajar yang layak bagi semua warga sekolah,” katanya.

Melalui ajang partisipasi program Adiwiyata di SMP Negeri 28 Palembang menjadi lebih terpacu dalam pelaksananaan pendidikan yang berwawasan lingkungan hidup. Sehingga semakin banyak warga sekolah yang peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, dengan demikian cita-cita pembangunan berkelanjutan dapat terwujud.

Sementara itu Resdila Ariani, Ketua OSIS SMP Negeri 28 Palembang menyampaikan, program dan kegiatan yang dicanangkan oleh OSIS SMP Negeri 28 Palembang berjalan sebagaimana mestinya.

“OSIS di sini cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Kita juga rutin rapat-rapat bersama pengurus dan anggota yang lainnya,” kata Resdila.

“Jujur, saya bangga bersekolah d sini. Guru-guru pun cukup mengerti bagiamana mengajar yang baik. Itu yang membuat saya salut dengan SMP Negeri 28 ini,” Resdila setengah prmosi.  (ERS)