Pentas seni persembahan pelajar SMP YPIP Peris dalam peringatan HUT PGRI.

Pentas seni persembahan pelajar SMP YPIP Peris dalam peringatan HUT PGRI.

PALI, HS – Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Besar Nasional lainnya pada bulan November ini, SMP YPIP Peris Pendopo Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI menggelar pentas seni dan budaya, Sabtu (26/11) bertempat di Aula SMP YPIP Peris Pendopo.

Selain itu, dalam kegiatan itu juga dilangsungkan upacara bendera sebagai peringatan HUT PGRI yang ke-71 tahun yang dipimpin langsung oleh Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM, sebagai pembina upacara.

Kepala SMP YPIP Peris, Ade Irawan SPd dalam keterangannya menuturkan bahwa kegiatan itu digelar selain untuk memeriahkan HUT PGRI juga bertujuan untuk tetap melestarikan kebudayaan di kalangan para pelajar.

“Kegiatannya mulai dari pentas seni dan budaya, lomba tarian daerah, lagu daerah, sampai lomba karoke yang terbuka untuk para guru di yayasan YPIP Peris. Kita ingin, melalui kegiatan ini bisa mempertahankan dan melestarikan budaya agar tidak termakan zaman,” jelas Ade Irawan.

Dirinya juga menilai, melalui kegiatan perlombaan seni seperti itu tentunya bisa menjauhkan para generasi muda untuk berbuat negatif.

“Kita perlu kegiatan positif seperti perlombaan tarian dan lagu daerah. Karena ini bisa memicu kreativitas para pelajar, dengan begitu secara otomatis bisa mencegah generasi muda untuk melakukan kegiatan negatif,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati PALI dalam pesannya kepada para pelajar di Bumi Serepat Serasan khususnya SMP YPIP Peris menginginkan agar para siswa menjauhkan diri dari bahaya Narkoba.

Bahkan, dalam kesempatan itu pula pria asli Desa Sukarami Kabupaten PALI itu juga menekankan untuk menghindari pula bahaya dalam mengkonsumsi komix dan lem aibon.

“Baik itu komix dan lem aibon jika dikonsumsi tanpa aturan pakai, bisa menyebabkan kecanduan dan itu sangat berbahaya karena bisa merusak otak. Apalagi narkoba, jelas sekali itu sangat membahayakan tubuh. Oleh karenanya, generasi muda di Kabupaten PALI wajib menjauhi hal itu semua,” imbau Heri Amalindo.

Menurut Heri, kegiatan lomba seni dan kebudayaan daerah seperti yang digelar kemarin itu sangat positif dan bisa menjauhkan para generasi muda kita bertindak negatif.

“Salah satunya dengan menggelar perlombaan seni seperti ini. Seni dan budaya daerah harus terus dikembangkan dan dilestarikan,” sambung suami dari Hj Sri Kustina ini.

Selain itu, generasi muda sekarang harus lebih baik, lebih hebat dan lebih maju dari yang sebelumnya.

“Kesungguhan kita dalam belajarlah yang akan menentukan kebersihan adik-adik,” ungkap Heri memberi semangat.

Dalam perlombaan seni dan budaya daerah, sedikitnya sebanyak 60 peserta di lingkungan SMP YPIP Peris meramaikan perlombaan yang berhadiah tropi dan uang pembinaan itu. (MAN)