PALEMBANG,HS – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumsel Richard Chahyadi mengatakan, adanya penangkapan 12 teroris di Sumsel itu menjadi perhatian bagi Pemprov Sumsel. Hal itu lantaran Sumsel sebagai penyandang predikat zero conflict sehingga dimanfaatkan sebagai lokasi para teroris untuk mengatur strategi para teroris untuk melaksanakan aksinya.

“Kita kan terkenal zero conflict. Ini dimanfaatkan teroris. Mereka menggunakan wilayah kita untuk atur strategi, siapkan kebutuhan untuk terorisme tapi bukan Sumsel yang jadi tujuan mereka. Mereka lakukan aksinya di daerah lain. Ini yang harus kita waspadai,” katanya

Untuk itu, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan Forum Koordinasi Intelejen Daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama se-Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, jumat (14/12/2017).

Rapat seperti ini sebenarnya merupakan rapat yang digelar tiga kali dalam satu tahun. Namun karena adanya isu ini maka pihaknya menilai rapat ini mendesak untuk dilaksanakan.

“Nanti akan diatur bagaimana upaya untuk mencegah dan menghentikan langkah-langkah terorisme di Sumsel. Jangan sampai Sumsel jadi lokasi aman bagi mereka. Semua pihak berperan dalam antisipasi dan atasi masalah terorisme ini,” jelasnya (MDN)