Korban Penembakan Oknum Polisi Mulai Sadarkan Diri Di RSMH

7 tahun ago
228

PALEMBANG,HS – Korban Penembakan oleh oknum polisi yang terjadi di Kota Lubuklinggau yang sempat koma sekarang sudah mulai sadarkan diri dirumah sakit muhammad husien (RSMH) palembang, Meskipun begitu pria yang beralamat Desa Blitar Curup masih dirawat intensif oleh dokter.

Andri, 26 selaku keponakan saat ditemui di RSMH, Rabu, 19 April 2017 mengatakan saat ini pamannya sudah sadarkan diri namun masih kurang stabil dan hanya mampu berbicara isyarat seperti menggelengkan kepala. Sehingga, Andre beralasan belum dapat ditemui.

Andre menerangkan sejauh ini pihak keluarga juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Serta berjanji menindak tegas semua pihak yang terlibat.

“Kepolisian juga bersedia untuk menanggung pengobatan selama Indra di rawat,” kata Andre.

Pada saat kejadian, Andre mengaku tengah bekerja dan mendapatkan kabar sekitar pukul 12.00 WIB bahwa pamannya menjadi salah satu korban penembakan tersebut. Karena itu ia tidak mengetahui kronologi kejadian. Sedangkan pamannya hanya dapat menggelengkan kepala saja saat ditanya.

“Tapi memang pas kejadian rombongan ini mau kondangan di Muara Beliti,” terangnya.

Andre juga mengaku tidak mengetahui pasti tembakan yang berada di tubuh pamannya. Tapi menurutnya tembakan tersebut terkena dibagian tubuh bukan di kepala.

“Sepertinya tembakan ini ditubuhnya bukan di kepala mas,” terang Indra saat diwawacarai.

Disinggung adakah intervensi dari pihak luar. Dirinya mengaku tidak ada. Ia juga tidak bermaksud untuk menghalangi untuk bertemu dengan korban.

“Kondisi paman memang belum stabil dan sebentar lagi mau operasi. Karena itu saya juga takut salah memberikan informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bagian Koordinator Pelayanan Pelanggan RSMH, Endang mengakui memang tadi pihak keluarga enggan memberikan keterangan terkait korban penembakan. Namun setelah kami bujuk akhirnya keluarga bersedia untuk memberikan keterangan.

“Ini nantinya korban Indra akan dilakukan operasi,” singkatnya.

Seperti diketahui, Selasa, 18 April 2017 pada pukul 11.30 WIB di Lubuk Linggau, Sumsel. Oknum polisi melakukan penembakan mobil yang dikendarai rombongam Dewi Erlina (40)

Rombongan Dewi Erlina ini membawa enam orang yakni ibu kandung Surini, 54, dua orang adik kandung yakni Novianti, 30, Indra, 33, kemudian anak dari Novianti, Genta, 2, serta sopir Diki, 30.

Akibat penembakan tersebut, ibu kandung Surini, 54, meninggal ditempat usai menerima tembakan yang menembus mobil sebanyak tiga kali pada bagian dada. Sedangkan keluarga lainnya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sobirin Lubuk Linggau karena mengalami luka tembak sedangkan satu orang lagi kritis, Indra dibawa ke RSMH Palembang.(MDN)