Kurangi Pengangguran di Pelosok Desa, PJN ll Rangkul Warga Bekerja

4 tahun ago
567

PALEMBANG,HS – Pelaksana Jalan Nasional (PJN II) BBPJN V Palembang merangkul para masyarakat di pelosok desa di Sumsel, untuk ikut bekerja dalam program padat karya melakukan perbaikan saluran drainase.

Kepala Satker PJN II Sumsel, Cecep
melalui PPK II.4 Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN II) BBPJN V Palembang, Ahmad Fatur Rahman mengatakan padat karya merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membantu mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian perekonomian pada masa Pandemi COVID-19.

Ia menjelaskan, untuk wilayah PJN II di Lahat batas Musi Rawas ada dua program padat karya yang melibatkan masyarakat sekitar yakni pada pekerjaan galian drainase dan pemasang batu drainase.

“Untuk galian drainase panjangnya 800 meter dan untuk pemasangan batu 12 kilometer,” katanya, Jumat (28/8/2020).

Diungkapkannya, program Padat Karya ini dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Maka dari itu, para masyarakat yang hendak bekerja di program padat karya ini juga tidak dituntut memiliki skill khusus dalam bekerja. Terpenting pekerja tersebut merupakan penduduk lokal dan memiliki keinginan untuk bekerja. Program padat karya ini berlangsung mulai Agustus hingga September 2020.

“Jadi walaupun non skil tetap bisa bekerja. Setiap daerah yang ada program padat karya kita upayakan selalu penduduk lokal. Jadi selain bekerja, mereka juga bisa membangun kampung sendiri,” jelas Fatur.

Diharapkan dengan program-program Pemulihan Ekonomi Nasional ini dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan dan memberikan penghasilan kepada pekerja sehingga dapat meningkatkan daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Dengan adanya program padat karya ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat hingga pelosok desa di Sumsel,” tutupnya. (RN)