• Berita
  • Regional
  • Mengembalikan Warisan Sejarah dan Budaya ke Pangkuan Masyarakat Palembang

Mengembalikan Warisan Sejarah dan Budaya ke Pangkuan Masyarakat Palembang

1 bulan ago
81

PALEMBANG, HALUANSUMATERA.COM –Dalam peringatan HUT ke-227 Benteng Kuto Besak (BKB), Forum Pariwisata dan Kebudayaan (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar webinar nasional dengan tema “Sejarah dan Kebijakan Publik Penempatan Benteng Kuto Besak: Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan”. Kerjasama ini melibatkan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kota Palembang, Universitas Terbuka (UT) Palembang, Sutan Adil Institute, dan Mang Dayat Channel Wong Palembang pada Kamis (29/2) malam.

Narasumber terkemuka seperti Dr. Meita Istianda, S.I.P., M.Si (Direktur UT Palembang), HG Sutan Adil (Pemerhati & Peneliti Sejarah), dan Kemas Ari Panji (Sejarawan Kota Palembang) membahas peran BKB dalam konteks budaya dan sejarah Palembang. Dr. Meita Istianda menyoroti ketidaksesuaian antara harapan masyarakat dan kebijakan pembangunan Kota Palembang, mengingat statusnya sebagai kota tertua di Indonesia.

Meskipun Palembang kaya akan warisan budaya sejak berdirinya pada tahun 683 M, beberapa cagar budaya, seperti BKB, Pasar Cinde, Bukit Siguntang, Gedung Leideng, dan Gua Jepang, diabaikan oleh pemerintah daerah. Dr. Meita Istianda menekankan perlunya keterlibatan masyarakat sipil dalam politik dan pemerintahan untuk memastikan pemeliharaan dan pemanfaatan warisan sejarah yang lebih efektif.

Sutan Adil, sebagai peneliti sejarah, menyoroti pentingnya menyerahkan Istana atau Keraton kepada masyarakat Palembang. Ia berpendapat bahwa Istana ini dapat menjadi simbol pariwisata yang penting, jika dikelola dengan baik. Ia mengajak pemerintah pusat untuk menyelesaikan anomali terkait BKB dan menjadikannya bagian integral dari warisan dan pariwisata Palembang.

Sejarawan Kemas Ari Panji menegaskan bahwa BKB adalah bagian dari Kesultanan Palembang Darussalam dan telah melalui berbagai tahap kepemilikan selama sejarahnya. Dalam konteks kemerdekaan, ia menyampaikan urgensi penyerahan BKB kepada pemerintah dan masyarakat sebagai warisan dan tujuan “Heritage And Tourism”.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn, Sultan Palembang Darussalam, memberikan apresiasi terhadap webinar ini. Beliau menekankan pentingnya pemahaman sejarah BKB dan peran aktif masyarakat Palembang dalam melestarikannya.

Ketua Umum Forwida Sumsel, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi., MT., CIAP, menyatukan suara dalam mendukung transformasi BKB menjadi warisan dan tujuan pariwisata. Ia menekankan perlunya pendekatan kolaboratif dengan semua pemangku kepentingan di Palembang untuk mewujudkan visi ini.

Dengan kesadaran akan pentingnya memahami dan merawat warisan sejarah, masyarakat dan pemerintah Palembang diharapkan dapat bersatu dalam usaha memulihkan BKB sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekayaan budaya Kota Palembang.