Pemprov Sumsel Kebut Pembebasan Lahan Pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya

4 tahun ago
323

PALEMBANG, HS – Jembatan Bahtera Sriwijaya sepanjang 15 Kilometer yang menghubungkan Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung akan segera dibangun.

Hal ini dikatakan langsung kepala dinas PUMB-TR Dharma Budy, kamis (24/9/2020).

“Adapun lokasi tapak jembatan tersebut, yakni di Desa Tanjung Tapa, Kecamatan Tulung Selapan di Kabupaten OKI dan Desa Sebagin di Kabupaten Bangka Selatan. Sebelumnya, ada tiga pilihan alternatif lokasi pembangunan  jembatan ini. Namun, akhirnya pilihan jatuh ke alternatif ketiga karena dinilai lebih efisien dari segi jarak tempuh jembatan ke gerbang tol Kayuagung, OKI, yang hanya berjarak 145 km,” katanya

Ia juga mengatakan proyek pembangunan jembatan yang menelan anggaran Rp 15 triliun ini telah diajukan ke pemerintah pusat dan didorong menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Mudah-mudahan proyek jembatan ini akan terlaksana karena ini dibiayai Kemen PUPR. Kemudian, kalau jadi PSN bisa dipercepat kalau merupakan PSN kita bisa proses AMDAL dan izin lingkungan,” ujarnya, Kamis (24/9/2020).

Saat ini jembatan ini tengah dalam persiapan studi kelayakan (feasibility study) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk kepastian pembangunannya belum tahu karena masih diajukan,” jelasnya

Ia pun meminta Pemkab OKI untuk mempercepat proses pembebasan lahan agar proyek jembatan ini segera bisa dilaksanakan.

“Jangan nanti ini sudah jadi, pemerintah pusat oke, ternyata kendalanya lahan. Persoalan lahan ini yang sering berlarut-larut,” tambahnya

Budi menyebutkan, dengan adanya jembatan ini nantinya jarak tempuh Palembang ke Kepulauan Bangka Belitung hanya memakan waktu 45 menit saja.

Selama 30 menit pengendara akan melintasi tol ke gerbang tol OKI, kemudian membutuhkan waktu sekitar 10 -15 menit untuk melintasi jembatan.

“Motor juga bisa lewat jembatan ini. Ada semacam tol khusus untuk sepeda motor,” ujar dia.

Dengan adanya jembatan ini pun provinsi Sumsel diuntungkan karena akan ada pembukaan lahan sepanjang Tanjung Tapak menuju Kayuagung.

“Pasti daerah ini bisa lebih maju dari sekarang karena daerah ini kondisinya lahan gambut. Nantinya akan ada kota baru seperti Merak yang sepanjang jalan menuju jembatan,” tutupnya (Ron)