Wagub Minta Masyarakat Sumsel Waspadai Isu SARA

7 tahun ago
256
Wagub Sumsel, H Ishak Mekki membuka acara Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

PALEMBANG, HS – Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki meminta kepada masyarakat Sumsel agar mewaspadai isu-isu SARA yang bisa saja berkembang dan menjadi pemicu konflik.

“Ya, bukan berarti kita aman tidak ada paham radikal. Bisa saja sewaktu-waktu muncul. Harus diantisipasi sejak dini. Sejak 2007, 2008, ada bukti itu di Palembang, di Sekayu Untuk itulah kita antisipasi. Kalau ada yang mondok, berbeda (paham) harus diwaspadai,” ujar Ishak Mekki.

Hal ini disampaikannya usai membuka kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (19/4).

Ia juga mengatakan, pembekalan yang dilaksanakan oleh BNPT Pusat dengan melibatkan kehumasan baik swasta maupun pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi gejolak atau paham radikal yang kemungkinan akan timbul di wilayah Sumatera Selatan di masa mendatang.

“Saat ini Sumsel aman, namun bukan berarti tidak ada apa-apa, bisa saja suatu waktu itu akan akan muncul paham yang radikal, jadi itulah kita harus antisipasi sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini di Sumsel aman, pasca tahun 2007-2008 dimana di Palembang, di Sekayu dan di OKI serta di Dwikora pernah ada upaya pergerakan rencana pengeboman, beruntung bisa cepat ditangkap sebelum mereka melakukan eksekusi pengeboman.

“Peran masyarakat dan media sangat diperlukan, dalam upaya mencegah secara dini,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Teroris, Uzirman Irwandi, mengatakan kegiatan yang melibatkan kehumasan dari pihak swasta maupun pemerintah sebagai upaya pencegahan paham radikal berkembang secara luas seiring dengan semakin berkembangnya media saat ini.

“Kita harapkan kegiatan ini bisa menggabungkan antara informasi dari BNPT bahayanya paham radikal kepada media bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat luas,” tegasnya (MDN)