PALEMBANG,HS – Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018, Provinsi Sumsel terus membangun infrastruktur karna mendapatkan dukungan langaung dari Pemerintah Pusat.

Hal tersebut terlihat dengan meningkatnya jatah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Induk yang mengalir di Sumsel tahun 2018.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Sudarso mengatakan, Provinsi Sumsel mendapatkan jatah APBN Induk sebesar Rp 13,51 triliun, terbagi dalam 564 Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di kementerian/lembaga.

“Ada kenaikan yang cukup besar di tahun depan, dimana pada tahun 2017 ini alokasi anggarannya sebesar Rp 12,38 triliun,” ujar Sudarso Dikantornya Senin (18/12/2017).

Menurutnya, Rincianya, belanja pegawai Rp 4,43 triliun (32,81%), belanja barang 5,43 (40,21%), belanja modal Rp 3,63 triliun (26,87%), dan belanja bansos Rp 13,56 miliar (0,10%).

“Besok DIPA ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah di Aula Graha Bina Praja, Pemprov Sumsel,” katanya.

Ia juga menjelaskan, ada beberapa kebijakan terkait belanja di tahun depan yang mengalami sedikit perubahan, Salah satunya mengenai anggaran yang sebelumnya masuk ke sector belanja bansos, di tahun depan ada beberapa yang diletakan kedalam belanja barang, Tujuanya antara lain untuk meningkatkan kualitas belanja itu sendiri, Selain itu anggaran bantuan social diharapkan dapat lebih tepat sasaran jumlah dan waktu penerimaanya.

“Berdasarkan hasil evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Keuangan, ada beberapa pertimbangan agar beberapa item yang sebelumnya berada di belanja bansos ditempatkan ke belanja barang, sehingga lebih sesuai,” pungkasnya

Ada pun kementerian/lembaga yang memperoleh kucuran terbesar diantaranya Kementerian PUPR sebesar Rp 3,43 triliun (25,4%), Kementerian Agama Rp 1,52 triliun (11,3%), dan Polri sebesar Rp 1,48 triliun (11%).

Sementara untuk proyek strategis infrastruktur diantaranya lanjutan pembangunan Jembatan Musi IV dan pembangunan jalan aksesnya sekitar Rp 226,46 miliar, Kemudian pembangunan stasiun pompa banjir DAS Sungai Bendung Rp 113 miliar, pembangunan double track Kereta Api sebesar Rp 86,28 miliar, pembangunan IPAL di Palembang Rp 134,84 miliar, dan jaringan irigasi permukaan Rp 675,98 miliar.