PALEMBANG, HS – Desain Bendung Air Mulak di Kabupaten Lahat yang masuk ke dalam program Integrated Participatory Development and Management Off Irigation Program (IPDMIP) tahun 2020 sudah memasuki tahapan final.

“Untuk bendungan air mulak di Lahat sudah final, dan tanggal 10 Juli 2020 ini akan kita serahkan ke Pemprov Sumsel,” ujar Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana, melalui Bagian Perencana dan Program, Doddy

Ia mengatakan, bendungan yang dikerjakan dengan desain perbaikan jaringan irigasi di Sumsel yang menelan dana Rp 9.7 Miliar tersebut menggunakan anggaran APBN tahun 2020, yang dikerjakan Pemprov Sumsel.

“Pada bulan April kemarin desain itu telah selesai, karena memang secepatnya ditarget rampung agar bisa langsung dilelang untuk dilanjutkan dengan pengerjaan fisik bendung,” katanya.

Dalam perbaikannya tersebut, pihaknya tidak merubah bentuk fisik pada desain awal bendung. Untuk tingginya bendung mencapai 2,6 meter dengan lebar 12 meter. Untuk mencegah kembali jebolnya bendung, pihaknya akan memasang saringan sampah sepanjang bendung. “Bisa saja kita bangun-bangunan penahan batu seperti di daerah gunung berapi. Hanya saja program itu belum ada tahun ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Doddy mengutarakan, selama perbaikan bendungan itu, pihaknya tidak mengalami kendala apapun, yang ada hanya kendala air pasang.

“Rusaknya tanggul bendungan diakibatkan peningkatan debit air yang cukup ekstrem pada 30 Desember 2019 dan 12 Januari 2020 kemarin, tapi untuk penanganannya kita tidak mengalami kendala,” tutupnya.(IN/RN)