Senam Lansia dan Line Dance Turut Meriahkan HUT Empatlawang

7 tahun ago
488
Pembukaan kegiatan lomba senam lansia dan line dance yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Empat Lawang yang digelar di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Senin (17/4).

EMPATLAWANG, HS – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-10 Kabupaten Empatlawang tahun 2017, Tim Penggerak PKK Kabupaten Empatlawang menggelar lomba Senam Lansia dan Line Dance bagi ibu-ibu se-Kabupaten Empatlawang.

Lomba diikuti 11 regu untuk peserta lomba senam lansia dan 27 regu untuk peserta lomba line dance yang datang dari 10 kecamatan dan instansi yang ada di Kabupaten Empatlawang.

Even ini dilaksanakan di Aula Hotel Kito Tebing Tinggi dan dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Empatlawang, H Fariha Syahril, Senin (17/4).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Empatlawang, Hj Fariha Syahril mengatakan, adanya perlombaan ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi bagi ibu-ibu se Kabupaten Empatlawang meski pada akhirnya di penghujung kegiatan ada yang menang atau kalah.

“Kalah menang bukan menjadi tujuan, namun jadikan ajang ini sebagai pererat tali silaturahmi antar sesama,” ujar Fariha dalam sambutannya.

Dikatakan Fariha tujuan dari perlombaan ini bagaimana lansia yang ada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati menjadi kuat, sehat, ceria dan tangguh sehingga bisa mandiri tanpa harus bergantung dengan keluarganya.

“Selain itu lansia diharapkan dapat kreatif dan inovatif tanpa harus bergantung dengan orang lain,” katanya.

Lebih lanjut, Fariha Syahril mengatakan dengan adanya kegiatan ini ibu-ibu di Kabupaten Empatlawang dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh agar kehidupan ibu-ibu di kabupaten ini dapat lebih berkualitas.

“Saya harap dengan momen perlombaan ini, ibu-ibu meningkatkan kesehatan dan kebugaran demi kualitas hidup yang lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang tim penilai perlombaan menguraikan, agar para peserta dapat memperhatikan peraturan perlombaan baik lomba senam lansia maupun lomba line dance yang dilaksanakan.

“Setiap regu berjumlah 5 orang, jika lupa dengan gerakan terus saja bergerak tanpa harus menoleh kanan kiri dan juri hanya bisa minta diulang dari awal jika terjadi kerusakan audio dikarenakan putusnya aliran listrik atau ada kerusakan teknis lain,” urainya. (ELW)