Tingat Pengangguran Lulusan SMK Meningkat Di Indonesia

7 tahun ago
238

PALEMBANG,HS – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI, Hanif Dakhiri menyampaikan, Tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi di Indonesia meningkat Lantaran output pendidikan formal dengan kebutuhan di pasar kerja belum nyambung.

Ia juga mencontohkan, mahasiswa lulusan peternakan namun bekerja di farmasi. Akibatnya, pasar kerja untuk bidang farmasi pun berkurang. Padahal, seharusnya merekrut sesuai bidangnya.

“Saya tidak tahu persis datanya, tapi baru 37 persen yang nyambung antara output pendidikan formal dengan kebutuhan di pasar kerja, sisanya masih belum nyambung. Misalnya, lulusan dari pertanian bekerja di perkebunan ini baru sesuai,” jelasnya Kamis, (20/4),

Lanjutnya, Karena itu diera persaingan tenaga kerja saat ini pemerintah tengah mengenjot dimana salah satu upaya yang dilakukan yaitu peningkatan akses dari pelatihan kerja termasuk pemagangan yang struktur.

“Dalam pemagangan struktur ini kami melibatkan sekitar 2648 perusahaan dimana setiap perusahaan kami minta yang magang itu sekitar 100 orang,” tegasnya.

Magang struktur ini berbeda dengan magang biasa. Dimana untuk magang biasa itu hanya disuruh untuk fotokopi dan pekerjaan lainnya, sedangkan magang struktur ini adalah magang berbasis jabatan jadi pekerjaan yang dilakukan selama pemagangan itu sesuai dengan jabatannya.

“Misalnya, jika magang sebagai kasir maka diperusahaan tempat magangnya juga diletakkan sebagai kasis. Kemudian setelah selesai magang akan dilakukan uji kompetensi dan sertifikasi profesi,” terangnya

Dengan begitu kualitas angkatan kerja di Indonesia semakin menarik dan tentunya ini sebagai instrument atau alat untuk masuk ke pasar kerja maupun wirausaha. Saat ini, pihaknya juga tengah menyampaikan kepada Kementrian Keuangan (Kemenkeu) agar anggaran pendidikan yang selama ini 20 persen baik dari APBN maupun APBD itu direlokasikan untuk pelatihan kerja.

Seperti contoh, untuk SD dan SMP tentunya jika ingin meneruskan pendidikan formal itu tidak bisa lagi sehingga harus diperkuat melalui pelatihan kerja seperti di Balai Pelatihan dan lain sebagainya dengan begitu, lulusan SD dan SMP ini memiliki modal untuk ke pasar kerja maupun berwirausaha.

“Untuk biaya anggaran tentunya sangat besar. Tapi ini dibutuhkan komitmen dahulu dari semua pihak,”jelasnya (MDN)