PALEMBANG,HALUANSUMATERA.COM- Wabah Covid yang melanda negeri kita sejak akhir februari 2020 hingga sekarang telah mengubah pola hidup masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan pun secara terpaksa harus merubah strategi proses pembelajarannya, mulai dari pendidikan anak usia dini sampai pendidikan tinggi melakukan model pembelajaran dengan dalam jaringan (daring), yang mau tidak mau kita harus memberikan media pembelajaran berupa alat teknologi baik berupa gadget/ gawai ataupun laptop untuk penerapan pembelajaran jarak jauh daring.untuk anak setingkat SD dn SMP ke atas penggunaan alat media ini sudah dilakukan anak tapi untuk anak usia dini mungkin ini pertama dilakukan dengan pembelajaran daring.

Dulu Banyak orang tua yang tidak atau belum mengenalkan atau memberi izin penggunaan gaget atau media lain yang menggunakan sinar radiasi yang bisa memberikan pengaruh buruk bagi anak. Tapi kini tanak usia dini sudah menggunakan hap atau alat teknologi cangkih lainnya untuk mengikuti proses pembalajaran baik itu menggunakan aplikasi zoom ataupun hanya melalui aplikasi whatsapps. Ya, tentunya ada dampak positif dan dampak negative dalam penggunaan gawai tersebut. Dampak positifnya anak dapat mengikuti pembelajaran yang tengah dilakukakan oleh pemerintah, selanjutnya dengan pembelajaran Daring menggunakan gadget ini, orang tua dan anak memiliki banyak waktu, dan ini sangat bagus untuk membangun kedekatan psikologis anak dengan orang tua, orang tua menjadi tahu perekembangan karakter anak. Mohon maaf, orang tua yang sibuk bekerja biasanya perhatianya pada anak berkurang, tetapi banyak juga dampak negative yang sudah menunggu , sebagai orang dewasa tentu kita tidak mengharapkan dampak negative menimpa anak kita, dampak penggunaan gadget bagi anak terutama anak usia dini antara lain adalah

Dalam penggunaan secara terus menerus penggunaan gadget dapat menganggu keseahtan mata anak, seperti mata mudah lelah, berair,dan sulit tidur , selanjutnya psikologis seperti anak akan kecanduan game pada kasus ini anak akan lupa waktu karena asik bermain gadget/hp karena tampilan yang disajikan alat media ini sangat menarik perhatian anak. Dan yang lebih parah lagi akan berdampak pada sosial anak , karena keasyikan menggunakan alat tersebut anak lupa untuk melakukan sosialisasi dengan lingkungan sekitar baik lingkungan alam ataupun hubungan antara manusia, anak akan menutup diri karena dia sudah merasa asik dalam penggunaan gadget/hp sehingga ia tidak membutuhkan orang lain dalam kegiatannya

Begitu pentingnya peranan orang dewasa untuk memberi pengawasan bagi anaknya agar dapat meminimalisir kemungkinan dampak negative bisa menghampiri anak kita. Hal apa saja yang dapat orang dewasa atau orang tua dapat lakukan dalam pengawasan dalam penggunaan hp atau teknologi lain yang dapat menakibat hal negative untuk anak kita.

Berikut tips untuk orang tua dalam Gunakan Gadget untuk anak Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan oleh SAGE Journal, Livingstone dan Helsper pada tahun 2008 , ada empat metode yang dapat diterapkan orang tua untuk menjaga anak tetap aman, sehat, dan terhindar dari kecanduan pada saat menggunakan gadget:

1.Aktif mengawasi
Mengawasi anak bisa dilakukan dengan cara aktif menggunakan gadget bersama anak. Ketika orangtua aktif menggunakan gadget bersama anak, orangtua bisa secara aktif memberi pengetahuan, dan membantu memecahkan masalah lebih cepat daripada membiarkan anak bermain gadget sendirian.

2. Mengatur waktu interaksi

Mengatur waktu interaksi menjadi satu cara untuk menjaga kesehatan mata pada anak , yaitu membiarkan anak melihat atau mengakses gadget selama 20 menit, apabila sudah 20 menit, mintalah anak untuk melihat objek lain yang jaraknya jauh dengan jarak minimal enam meter selama 20 detik.
Melihat objek yang jauh menjadi metode pengistirahatan mata. Pengistirahatan mata selama 20 detik bisa menghindarkan mata bekerja lebih ekstra yang dapat menyebabkan mata minus.

3. Membatasi situs pengaksesan

Membatasi situs pengaksesan bisa menjadi metode untuk menjaga anak tetap dalam koridor konten yang bisa diakses pada usia anak. Apabila anak-anak salah mengakses situs tertentu dengan waktu yang tak terbatas, hal tersebut bisa menimbulkan kecanduan pada anak. Maka orangtua perlu memperhatikan dan membatasi situs-situs yang diakses anak agar tetap sesuai dengan kebutuhan dan umur anak.

4.Melakukan Pemantauan

Pemantauan yang bisa dilakukan orangtua salah satunya dengan melihat atau memeriksa aktivitas online anak-anak.
Namun bagi orang tua yang berkerja dari pagi sampai sore agak kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap anak dalam penggunaan gadget, kita harus mencari solusi agar dampak negative tersebut menghampiri anak kita, tidak menampik adanya keluhan orang tua dengan pembelajaran Daring ini yang menggunakan hp/gadget, oleh karena sebagai orang tua kita harus menyiapkan orang dewasa untuk melakukan pengawasan tentunya orang yang sudah dapat dipecaya seperti nenek, kakek, atau pengasuh, atau lainnya.

Nah, para ayah bunda sebelum terlambat kita harus mengambil tindakan untuk menyelamatkan dan melindungi putra/putri kita dari dampak negative hp/gadget. Semoga musibah yang sedang menimpa tanah air kita ini lekas membaik dan semoga kita dapat mengambil pelajaran dengan semua yang sedang terjadi saat ini

Novi Suana Dewi

TK Alam Telaga Palembang